Grid.ID – Setelah menanti selama kurang lebih tujuh tahun sejak masa produksinya, film horor komedi "Setannya Cuan" akhirnya resmi menggelar Gala Premiere di Kuningan, Jakarta Selatan. Film ini menjadi sangat spesial karena menyimpan salah satu penampilan layar lebar terakhir dari komedian legendaris, mendiang Babe Cabita.

Produksi film ini sejatinya telah dilakukan pada tahun 2019 lalu, namun karena berbagai alasan teknis, Setannya Cuan baru bisa menyapa penonton pada Maret 2026. Kesabaran para kru dan pemain pun terbayar. Sutradara Jay Sukmo mengenang betapa beratnya perjuangan di lokasi syuting yang terletak di kawasan Malabar, Bandung.

"Kenangannya kita dingin-dingin bareng, sampai 14 derajat pernah itu. Kita di lokasi pakai selimut hotel bareng-bareng karena kedinginan," ujar Jay Sukmo dalam sesi konferensi pers dinkawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/2/2026).

Ia juga menambahkan bahwa Babe Cabita adalah sosok yang sangat rendah hati dan selalu memberikan masukan brilian untuk unsur komedi dalam film ini. Hal senada diungkapkan oleh Tizza Radia, yang berperan sebagai istri Babe Cabita dalam film tersebut.

"Aku berasa banget kedekatannya. Waktu itu syuting pas bulan puasa, kita selesai sore dan masak bareng di dapur penginapan. Babe itu mendukung lawan mainnya untuk tampil sebaik mungkin, dia tidak mau berdiri sendiri," kenang Tizza.

Mengambil latar era 80-an di sebuah kampung bernama Cicalengka, film ini mengisahkan persaingan panas kursi lurah antara Adang dan Asep. Kemenangan Adang justru menjadi awal malapetaka ketika Asep yang kalah mendadak kaya raya setelah bersekutu dengan Dukun Rojan demi mendapatkan angka togel sakti.

Keserakahan tersebut memicu rangkaian teror mistis. Mulai dari pencurian batu nisan, bangkitnya pocong, hingga berkeliarannya tuyul dan babi ngepet yang mengincar harta warga. Cicalengka yang dulunya tenang berubah menjadi pusat kekacauan akibat ambisi, cinta, dan nafsu berburu "cuan".

Di balik tawa yang meledak, Setannya Cuan membawa pesan satir yang tajam. Sutradara Sahrul Gibran menekankan bahwa film ini adalah potret manusia yang menginginkan segalanya secara instan.

Produser Eksekutif sekaligus penggagas cerita, dr. Robby Hilman Maulana, menegaskan poin utama film ini.

"Yang paling menyeramkan bukanlah pocong, tuyul, atau babi ngepet, melainkan manusia-manusia yang tak pernah merasa cukup," ujar Robby.

Robby juga mengungkapkan bahwa premis film ini sebagian besar diangkat dari kisah nyata yang dialami oleh keluarganya sendiri di masa lalu.

Baca Juga: Syuting 7 Tahun Lalu, Aming Kaget dan Terharu Lihat Akting Mendiang Babe Cabita di Film Setannya Cuan

Halaman Selanjutnya

Penulis : Ulfa Lutfia Hidayati
Editor : Desy Kurniasari

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#viral