Grid.ID - Bicara soal puasa Ramadan, tentu kita tidak bisa lepas dari rutinitas bangun dini hari untuk menyantap hidangan sahur. Makan sahur memang hukumnya sunnah dan sangat dianjurkan untuk memberikan energi pada tubuh kita agar kuat berpuasa seharian.
Namun, tahukah kamu kalau waktu sahur ternyata menyimpan sebuah rahasia besar yang sering kita abaikan?
Kebanyakan dari kita mungkin hanya fokus makan, minum, lalu kembali rebahan atau main handphone sambil menunggu azan Subuh berkumandang. Padahal, ada satu amalan dahsyat di waktu ini yang bisa jadi kunci pembuka pintu rezeki dan solusi dari segala permasalahan hidup.
Hal ini diungkapkan langsung oleh pendakwah, Ustaz Adi Hidayat (UAH). Melansir dari ceramahnya, UAH menjelaskan bahwa waktu menjelang fajar (sekitar 15-30 menit sebelum Subuh) dalam Islam disebut dengan waktu Sahar.
Di rentang waktu yang singkat inilah, Allah SWT menebarkan keutamaan luar biasa bagi hamba-Nya yang mau melakukan satu amalan ringan namun berbobot, yakni Istighfar.
"Selama ini kita terfokus pada satu ibadah, yaitu makan yang dilakukan di waktu sahar sehingga disebut dengan makan sahur. Namun demikian, ada satu rahasia amalan yang kiranya jarang terungkap. Amalan itu adalah istighfar," kata Ustaz Adi Hidayat dalam tayangan YouTube Adi Hidayat Official yang Grid.ID kutip, Kamis (26/2/2026).
Ustaz Adi Hidayat membeberkan bukti nyata dari Al-Qur'an betapa berkelasnya orang-orang yang rajin beristighfar di waktu sahar menjelang Subuh. Dalam Surah Ali Imran ayat 17 dan Surah Adz-Dzariyat ayat 18, Allah SWT memuji secara khusus golongan orang bertakwa yang menyibukkan dirinya memohon ampunan di waktu sahar (Wal mustaghfirina bil ashar/wabil ashari hum yastaghfirun).
Bukan cuma dijanjikan surga terindah dan rida Allah SWT di akhirat kelak, amalan ini ternyata memberikan balasan langsung selama kita hidup di dunia.
"Saat kita di dunia, amalan ini bahkan dapat menghadirkan beragam jenis kemudahan dalam berkehidupan. Baik itu rezeki, kedamaian, ketenangan, hingga berbagai macam keringanan dalam beraktivitas dan solusi dari semua persoalan," terang Ustaz kelahiran Pandeglang tersebut.
Lebih lanjut, UAH juga mengutip kisah Nabi Nuh AS dalam Al-Qur'an (Surah Nuh ayat 10-12). Allah berjanji, bagi siapa saja yang memperbanyak istighfar, maka Allah akan menurunkan rahmat (hujan yang membawa berkah), memperbanyak harta kekayaan, dan mensejahterakan keturunannya (anak).
Lantas, bagaimana cara mengamalkannya?
Baca Juga: Bangun Kesiangan, Begini Hukum Lupa Niat dan Tidak Sahur di Bulan Puasa
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |