Grid.ID - Kabar tak sedap kembali menerpa selebgram, Youtuber sekaligus pengusaha muda Taqy Malik. Setelah terlibat polemik sengketa tanah, kini Taqy Malik dituduh mark up waqaf Al Quran.
Taqy disebut melakukan mark up harga mushaf yang cukup tinggi hingga diduga mengambil keuntungan pribadi dari program wakaf Al-Quran yang ia jalankan. Bahkan, aksi Taqy itu disebut sempat memicu kecurigaan dari otoritas Arab Saudi.
Buntutnya, kini otorotias setempat mulai melakukan pembatasan pembelian mushaf dalam jumlah besar khususnya bagi jemaah yang memakai visa umrah. Pasalnya, pihak otoritas melarang jika pembeli memperjualbelikan mushaf itu secara online.
Adapun isu soal mark up wakaf Al-Quran ini diungkap oleh Randy Permana seorang fotografer sekaligus pelayan jemaah umrah yang menetap di Arab Saudi. Secara terang-terangan, Randy membeberkan kronologi permasalahan tersebut.
Kronologi Taqy Malik Dituduh Mark Up Wakaf Al Quran
Awal mula Taqy terseret isu mark up wakaf Al Quran dari pernyataan sang sahabat sekaligus pelayaan jemaah umrah yang menetap di Arab Saudi Randy Permana. Diakui Randy, ia sudah lama kenal dengan Taqy.
Bahkan, ia juga mengaku tahu dengan jelas soal program wakaf Al Quran yang dijalankan oleh Taqy Malik. Sebelum itu perlu diketahui jika mushaf merupakan naskah Alquran yang ditulis tangan. Sementara wakaf merupakan pemberian yang bersifat suci untuk kepentingan ibadah atau kemaslahatan umum.
"Jadi saya kenal Taqy Malik memang sudah lama, dan saya sendiri memang pekerjaan saya di Saudi, ya di Mekah dan Madinah, karena saya sehari-hari memang melayani tamu-tamu jemaah umrah seperti itu," ujar Randy, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Sabtu (14/2/2026).
Randy menjelaskan program wakaf Taqy Malik tersebut mulai berjalan pada 2023. Saat itu, Taqy membuka donasi wakaf Al-Qur’an yang dibeli langsung dari percetakan resmi di Madinah.
"Nah, singkat cerita, di tahun pertama kalau enggak salah, waktu itu 2023, A Taqy mulai membuka wakaf Quran, yang di mana saat itu ketika kita berwakaf Quran, kita itu masih bisa satu orang membeli dua tiga karton di pabrik percetakannya di Madinah, yang harga memang harga pabrik itu sekitar 25 riyal di sana," terangnya.
Baca Juga: Kronologi Balita Dianiaya Pacar Ibunya di Karawang, Pelaku Emosi Anak Menangis
| Source | : | Instagram,Tribunnews.com,Grid.ID |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |