Grid.ID - Momen Ramadan 2026 membawa rasa campur aduk bagi presenter Terry Putri. Sebenarnya, ia merasa bahagia bisa kembali merasakan nikmatnya puasa di Tanah Air.
Akan tetapi di sisi lain, ada kesedihan mendalam yang dirasakan wanita kelahiran Banjarmasin ini. Terry Putri harus menjalani ibadah puasa seorang diri tanpa kehadiran sang suami, Derly Darmawan.
Pasangan yang menikah pada tahun 2022 di Amerika Serikat ini terpaksa kembali menjalani hubungan jarak jauh alias Long Distance Marriage (LDM). Terry Putri dan Derly Darmawan sudah terpisah jarak selama kurang lebih lima bulan.
Terry diketahui sudah berada di Indonesia sejak September 2025 hingga Februari 2026 ini. Sementara itu, Derly Darmawan harus tetap menetap di Amerika Serikat karena tuntutan pekerjaan dan urusan imigrasi. Kondisi ini memaksa Terry harus rela meninggalkan sang suami sendirian di Negeri Paman Sam justru di momen-momen sakral bulan suci.
Terry mengungkapkan bahwa kepulangannya ke Indonesia bukan sekadar rindu kampung halaman, melainkan karena keterbatasan izin tinggal.
"Aku di sini karena visaku masih visa turis, jadi emang enggak bisa lama-lama di sana," kata Terry Putri saat ditemui di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.
Kondisi imigrasi di Amerika yang sedang ketat membuat suaminya belum bisa keluar dari negara tersebut, sehingga LDM menjadi satu-satunya pilihan saat ini.
"Suami masih kerja di Amerika, belum bisa keluar. Amerika juga lagi gila-gilaan sama imigran juga kan, jadi gak boleh macam-macam dulu deh," tambahnya.
Poin paling menyedihkan bagi Terry bukanlah jarak itu sendiri, melainkan rasa bersalah sebagai seorang istri. Selama ini, Terry terbiasa melayani keperluan Derly, apalagi saat bulan puasa di mana momen sahur dan berbuka menjadi waktu krusial bagi keluarga Muslim.
"Aku lebih takut gak bisa tanggung jawab sebagai istri aja sih. Kayak ya aku gak bisa ngelayanin suami, padahal Ramadan gitu ya," curhat Terry.
Ia membayangkan perjuangan suaminya yang harus berpuasa di lingkungan non-muslim (minoritas) tanpa ada istri yang menyiapkan makanan.
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Desy Kurniasari |