Grid.ID – Isu miring kembali menerpa influencer sekaligus pengusaha Taqy Malik. Kali ini Taqy Malik diduga mengambil keuntungan pribadi dari wakaf Al Qur'an yang ia lakukan.

Tudingan tersebut datang dari Randy Permana, seorang fotografer sekaligus pelayan jemaah umrah yang menetap di Arab Saudi. Randy membongkar realita di balik bisnis wakaf Al-Qur’an yang dijalankan Taqy, yang diduga mengambil keuntungan pribadi hingga ratusan juta rupiah dari setiap keberangkatan.

Padahal dalam konteks ibadah, mushaf merupakan naskah Al-Qur’an yang digunakan umat Islam sebagai pedoman membaca kitab suci. Wakaf sendiri berarti bentuk pemberian sukarela untuk kepentingan ibadah atau kemaslahatan umum.

Oleh karena itu, praktik wakaf identik dengan nilai keikhlasan dan amanah. Dugaan adanya mark up dalam program wakaf pun menjadi perhatian serius, terlebih karena menyangkut kepercayaan publik dan nilai religius.

Randy mengungkapkan bahwa praktik yang dilakukan Taqy tidak hanya soal bisnis, tetapi juga mencederai amanah umat dan membahayakan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Makkah dan Madinah.

Margin Fantastis, Untung Rp150 Ribu per Mushaf

Randy membeberkan hitung-hitungan di balik harga wakaf Al-Qur’an yang dipatok Taqy sebesar Rp330.000 per mushaf. Menurut pantauan Randy di lapangan, harga satu Mushaf Madinah (keluaran Percetakan Malik Fahd) di toko-toko sekitar masjid berkisar antara 40 hingga 50 Riyal (sekitar Rp180.000).

"Dia menjual dengan harga Rp330.000, dikurangi harga modal Rp180.000, maka untungnya sekitar Rp150.000 per mushaf. Kalau dia bawa 2.000 mushaf, hitung saja, dia bisa dapat Rp300 juta sekali berangkat," ungkap Randy saat wawancara virtual, Jumat (13/2/2026).

Randy menilai angka ini sangat tidak wajar untuk sebuah jasa penyaluran wakaf. Ia membandingkan dengan mutawif atau pembimbing lain yang biasanya hanya mengambil margin kecil sekitar Rp10.000 sebagai ongkos transportasi dan tenaga angkut.

Dugaan Penimbunan Demi Konten

Selain margin keuntungan, Randy menyoroti cara penyaluran yang dilakukan Taqy. Ia menuding Taqy sengaja menimbun ribuan mushaf terlebih dahulu agar bisa didokumentasikan dalam jumlah besar sekaligus demi kepentingan konten media sosial.

Baca Juga: Kronologi Taqy Malik Bangun Masjid di Atas Tanah Sengketa, Sempat Minta Dana Umat Rp 1 M dan Tak Ada Dana Bongkar Bangunan

Halaman Selanjutnya

Penulis : Ulfa Lutfia Hidayati
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik