Grid.ID - Kematian selebgram Lula Lahfah memang masih menyisakan duka mendalam. Namun di tengah kondisi yang masih berduka, kekasih Lula yakni Reza Arap dituding menjadikan kematian sang selebgram sebagai komoditi.
Seperti yang diketahui Lula Lahfah diketahui meninggal dunia pada Jumat 23 Januari 2026. Dan jasadnya ditemukan di kamar pribadinya di sebuah unit Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kematian Lula yang mendadak tersebut pun lantas menimbulkan rasa penasaran di benak publik karena terjadi begitu mendadak. Sahabat-sahabat almarhumah bahkan sempat tak percaya Lula Lahfah telah meninggal.
Ditambah lagi, belakangan muncul rumor yang mengatakan bahwa kematian Lula Lahfah terasa janggal. Bahkan ada pula yang mengaitkannya dengan ditemukannya tabung Whip Pink di kamar sang selebgram.
Sementara itu, usai kejadian, kekasih Lula yakni Reza Arap dituding menjadikan kematian sang selebgram sebagai komoditi. Usut punya usut, hal ini bermula dari komentar yang ramai diperbincangkan yang datang dari akun X (dulu bernama Twitter) @itsurboihyl.
Dimana akun tersebut menuding sosok nama influencer yang menjadikan pacarnya yang meninggal sebagai komoditi. Dan meski tak menyebut nama Reza, banyak netizen X yang mengatakan dan menganggap sosok yang dimaksud adalah Reza Arap.
“Ada influencer yang menggunakan pacarnya yang (sudah) meninggal untuk komoditi. Yet, you all tersentuh, bukannya merasa something fishy,” tulis akun X @itsurboihyl, dikutip Grid.ID, Senin (9/2/2026).
Setelahnya, postingan tersebut viral dan membuat Reza Arap angkat bicara dengan menuliskan klarifikasinya. Dimana ia membantah menjadikan kematian Lula Lahfah sebagai komoditi.
"Komoditi hehe banyak sekali memori, foto, dan video yang bisa saya upload untuk mendapatkan angka alias engagement. Belum lagi meladeni wartawan dari hari-H sampai sekarang.
Tapi semua itu tidak saya lakukan. Cobain jadi saya Mas. Sehari saja," tulis Reza Arap melalui akun X-nya @yourbae.
Di momen itu, Reza juga menyinggung soal Marapthon yang tetap dilakukannya. Dimana hal itu disebut sang YouTuber menyangkut nasib banyak orang bekerja di bawah naungannya.