Grid.ID - Menjelang adzan magrib di bulan suci Ramadan, aroma manis santan dan gula merah seringkali memenuhi ruang makan keluarga Indonesia. Ya, sajian tersebut adalah kolak.
Kolak merupakan makanan legendaris yang sering menjadi takjil primadona untuk membatalkan puasa setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Apakah kamu juga salah satu penggemar kolak?
Namun, tahukah di balik rasanya yang legit dan menggugah selera, kolak ternyata menyimpan sejarah panjang dan filosofi religius yang mendalam, loh? Sajian ini bukan sekadar makanan, melainkan saksi bisu penyebaran agama Islam di Nusantara.
Kehadiran kolak di Indonesia erat kaitannya dengan akulturasi budaya dan penyebaran Islam, khususnya di tanah Jawa. Berdasarkan literasi sejarah, kolak dipercaya menjadi salah satu sarana dakwah para ulama terdahulu, termasuk Wali Songo. Hal itu untuk mengenalkan Islam melalui jalur budaya dan kuliner yang mudah diterima masyarakat.
Secara etimologi, asal-usul kata "kolak" memiliki makna yang spiritual. Istilah ini diyakini serapan dari bahasa Arab yang muncul sekitar abad ke-7 hingga ke-8 masehi saat Islam mulai masuk ke Nusantara.
Ada dua tafsir utama mengenai asal kata ini. Pertama, kata "kolak" disinyalir berasal dari kata "khalik" yang bermakna Sang Pencipta alam semesta. Hal ini menjadi pengingat agar manusia senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan.
Kedua, ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa kolak berakar dari frasa "kul laka". Dalam bahasa Arab, frasa ini memiliki arti "makanlah, untukmu".
Awalnya, hidangan penuh makna ini sering disajikan pada bulan Syaban (satu bulan sebelum Ramadan). Namun, demi menyebarkan Islam dengan cara yang damai dan menyenangkan, para ulama kemudian menjadikannya hidangan khas saat berbuka puasa di bulan Ramadan.
Resep Legendaris Kolak Pisang Gula Merah
Nah, setelah tahu maknanya, rasanya kurang lengkap jika tidak mempraktikkan resepnya di rumah. Berikut adalah resep kolak pisang gula merah yang legit dan cocok untuk menghangatkan suasana berbuka.
Estimasi Sajian: 8 Porsi
Baca Juga: Link Download Jadwal Imsyakiyah Ramadan 2026 Versi Kemenag dan Muhammadiyah
| Penulis | : | Devi Agustiana |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |