Grid.ID - Perselingkuhan sudah menjadi isu yang umum, terutama di kalangan anak muda.

Cerita tentang hubungan yang kandas akibat orang ketiga kini mulai banyak dibahas, baik di media sosial maupun lingkungan sehari-hari.

Paparan mengenai informasi ini membuat generasi muda semakin terbuka membicarakan batas dalam hubungan romantis, termasuk soal kesetiaan dan kejujuran.

Seiring berubahnya cara memaknai relasi, perselingkuhan kerap menjadi momen penentu bagi keberlanjutan sebuah hubungan.

Jika generasi sebelumnya menganggap sikap memaafkan sebagai bentuk kedewasaan, kini banyak anak muda yang memilih mengakhiri hubungan ketika perselingkuhan terungkap.

Gambaran ini tecermin dalam survei IDN Times pada 2025 terhadap 350 responden berusia 21-30 tahun.

Baca Juga: Pesan Menohok Ketua Komnas Anak untuk Inara Rusli dan Virgoun: Boleh Gagal Jadi Pasangan, Tapi Jangan Gagal Menjadi Orang Tua

Hasil survei menunjukkan bahwa pengalaman bersentuhan dengan perselingkuhan bukanlah hal langka.

Sebanyak 35,7 persen responden mengaku pernah menjadi korban perselingkuhan, sementara 19,1 persen pernah berada di posisi korban sekaligus pelaku.

Mayoritas responden dalam survei tersebut adalah perempuan, dengan proporsi mencapai lebih dari delapan puluh persen.

Perselingkuhan di mata anak muda

Ilustrasi perselingkuhan
DOK. Shutterstock
Ilustrasi perselingkuhan

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Penulis : Yasmin FE
Editor : Yasmin FE

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia