Grid.ID - Penyalahgunaan zat berbahaya yang dikemas dalam produk sehari-hari kembali menjadi sorotan serius. Mulai dari Whip Pink berbahan gas N2O hingga rokok elektrik atau vape, keduanya dinilai menyimpan ancaman kesehatan dan hukum yang nyata.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap temuan mengejutkan terkait zat Etomidate yang disalahgunakan melalui liquid vape. Zat tersebut sejatinya merupakan obat anestesi atau bius yang digunakan di dunia medis.

Brigjen Pol dr. Supiyanto dari BNN menegaskan bahwa Etomidate kini telah masuk ke dalam golongan narkotika di Indonesia sejak 2025 lalu. Keputusan ini diambil menyusul maraknya penyalahgunaan Etomidate yang dicampurkan ke dalam cairan vape.

“Etomidate sudah kami masukkan ke dalam golongan narkotika karena penyalahgunaannya semakin masif,” kata Supiyanto dikutip melalui tayangan Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Rabu (28/01/2026).

Dengan status baru tersebut, siapa pun yang menyalahgunakan Etomidate dapat dijerat Undang-Undang Narkotika. Hal ini menandai babak baru pengawasan terhadap zat yang sebelumnya hanya dikenal di ranah medis.

Selain Etomidate, BNN juga menemukan berbagai zat terlarang lain dalam liquid vape. Di antaranya adalah sabu, THC atau ganja, hingga kokain dalam bentuk cair.

Temuan ini sekaligus membantah anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Para ahli menilai persepsi tersebut sangat menyesatkan dan berbahaya.

Dokter spesialis paru dr. Samuel Sunarso menjelaskan bahwa vape juga dapat menyebabkan penyakit serius yang dikenal sebagai Popcorn Lung. Kondisi ini merupakan kerusakan permanen pada saluran udara kecil di paru-paru akibat paparan zat kimia tertentu.

Popcorn Lung membuat penderitanya sesak napas kronis seperti asma berat dan tidak bisa pulih sepenuhnya,” ujar Samuel Sunarso.

Zat seperti diacetyl yang sering ditemukan dalam perasa vape menjadi pemicu utama kondisi tersebut. Kerusakan pada alveoli membuat paru-paru kehilangan fungsi normalnya secara permanen.

Sementara itu, penyalahgunaan gas N2O dalam Whip Pink juga dinilai tak kalah berbahaya. Gas ini dapat mengganggu kerja vitamin B12 yang berperan penting dalam sistem saraf.

Baca Juga: Dijual Bebas 24 Jam, Siapa yang Bertanggung Jawab atas Whip Pink?

Dampaknya bisa berupa kesemutan, gangguan motorik, hingga kelumpuhan. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut sulit dipulihkan sepenuhnya.

Halaman Selanjutnya

Source : YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Penulis : Argia Melanie Pramesti
Editor : Desy Kurniasari

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#Lucinta Luna