Grid.ID - Atalia Praratya menyoroti angka pernikahan Indonesia yang terus menurun. Mantan istri Ridwan Kamil tersebut juga menyinggung tentang pernikahannya yang gagal dan berharap tak dijadikan contoh.
Nyaris dua bulan pasca bercerai, Atalia Praratya tampak begitu tegar menghadapi kehidupannya sebagai seorang ibu tunggal. Wanita yang kini menjabat sebagaiAnggota Komisi VIII DPR RI memilih untuk menyibukkan diri dengan pekerjaan ketimbang meratapi nasibnya.
Baru-baru ini Atalia kembali menjadi sorotan usai menyampaikan rasa prihatinnya melihat tren pernikahan di Indonesia yang semakin menurun. Ia juga berharap instansi terkait bisa memperkuat program ketahanan keluarga.
Atalia menyampaikan isu ini saat Komisi VIII menggelar rapat kerja bersama Kementerian Agama RI di Kompleks Parlemen, Rabu (28/1/2026). Menurutnya, penurunan angka pernikahan perlu mendapatkan perhatian khusus dari Kemenag. Bahkan, wanita yang akrab disapa Bu Cinta ini mengatakan bahwa pengalaman yang menimpanya tak bisa dijadikan contoh.
"Apa yang terjadi pada saya tentu bukan menjadi contoh begitu ya," kata Atalia Praratya dengan tegas dikutip dari Kompas, (Kamis 29/1/2026).
Ibu tiga anak itu kemudian menyoroti penurunan angka pernikahan yang terus turun sejak 2013.
"Secara rata-rata kumulatif dari 2021 sampai dengan 2024 angka pernikahan nasional telah turun sekitar 15,1 persen," sambungnya.
Menurut Atalia, turunnya angka pernikahan di Indonesia selama beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam pola pembentukan keluarga. Ia pun khawatir Indonesia bisa menyusul nasib Korea dan Jepang nantinya.
"Kita tidak mau seperti Korea Selatan misalkan, ini Korea Selatan ini turun sebanyak 40 persen. Kemudian juga Jepang turunnya 21,1 persen. China juga 20 persen," ungkap Atalia.
Baca Juga: Lama Tak Muncul, Terungkap Keberadaan Ridwan Kamil Usai Resmi Cerai dari Atalia Praratya
Oleh karena itu, Atalia mengingatkan Kemenag agar terus mengembangkan program-program yang berkaitan dengan ketahanan keluarga. Ia berharap program yang dihadirkan Kemenag tidak berhenti pada tepuk sakinah hingga pembekalan calon pengantin saja.
"Nampaknya ketahanan keluarga juga menjadi penting. Supaya betul-betul khususnya anak muda kita, mereka memiliki istilahnya pembekalan yang baik, begitu. Terkait dengan bagaimana pentingnya institusi pernikahan ini untuk dioptimalkan seperti itu," tandasnya.
| Source | : | kompas,Tribun Jabar |
| Penulis | : | Nindya Galuh Aprillia |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |