Grid.ID - Kabar pencopotan Chiki Fawzi dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 mengejutkan publik. Aktivis kemanusiaan yang juga dikenal sebagai figur publik ini mengaku dicoret secara mendadak dari daftar petugas haji. Bagaimanakah kronologi Chiki Fawzi dicopot dari petugas haji 2026?
Informasi pencopotan ini diterimanya hanya beberapa saat sebelum jadwal keberangkatan. Tidak ada penjelasan resmi maupun surat tertulis dari pihak penyelenggara.
Keputusan ini sekaligus menghentikan persiapan panjang yang telah ia jalani selama bertahun-tahun. Berikut kronologi Chiki Fawzi dicopot dari petugas haji 2026 secara lengkap.
Terpilih sebagai Petugas Haji 2026
Chiki Fawzi, yang memiliki nama lengkap Marsha Chikita Fawzi, sebelumnya dinyatakan lolos dan terpilih sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. Ia merupakan anak bungsu dari pasangan artis senior Ikang Fawzi dan almarhumah Marissa Haque. Dalam penugasannya, Chiki ditempatkan di Media Center Haji (MCH) dan direncanakan bertugas di Makkah selama pelaksanaan ibadah haji.
Penunjukan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Chiki. Ia secara terbuka mengakui bahwa menjadi petugas haji merupakan salah satu mimpi terbesarnya.
Bagi Chiki, berhaji sebagai petugas bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan bentuk pengabdian, pembelajaran keikhlasan, dan kesabaran dalam melayani sesama jemaah. Tahap ini menjadi awal dari kronologi Chiki Fawzi dicopot dari petugas haji 2026 yang kemudian berujung pada keputusan mengejutkan.
Menjalani Diklat PPIH Berbasis Semi Militer
Sebagaimana calon petugas haji lainnya, Chiki mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH 2026 berbasis semi militer. Dikutip dari Bangka Pos, Rabu (28/1/2026), diklat tersebut digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak pertengahan Januari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga 30 Januari 2026. Selama pelatihan, Chiki menjalani seluruh tahapan tanpa perlakuan khusus meskipun dikenal publik.
Ia tinggal di asrama bersama peserta lain dengan satu kamar berisi enam orang. Setiap hari, peserta diwajibkan bangun pukul 04.00 WIB untuk salat Subuh berjemaah, dilanjutkan apel pagi, senam, jalan santai, hingga kelas materi teknis pelayanan jemaah yang berlangsung seharian penuh. Pelatihan fisik seperti baris-berbaris, pembentukan disiplin, serta pembinaan mental menjadi bagian utama diklat.
Selain itu, peserta dibekali materi fikih haji, psikologi jemaah, bahasa Arab dasar, serta tugas dan fungsi pelayanan. Chiki juga mengungkapkan tantangan tersendiri dalam menghafal yel-yel, mars PPIH, dan lagu-lagu penyemangat yang wajib dikuasai seluruh peserta. Ia kerap membagikan aktivitas diklat melalui media sosial dan menyebut proses tersebut sebagai penempaan fisik dan mental.
Baca Juga: Kronologi Anak Bunuh dan Bakar Ibu Kandung di Mataram karena Tak Diberi Uang Rp 39 Juta
| Source | : | Wartakotalive.com,Bangkapos.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |