Grid.ID - Jessica Iskandar kembali menyampaikan pandangannya terkait isu perempuan, trauma, hingga pentingnya saling mendukung di era digital seperti sekarang. Artis yang akrab disapa Jedar ini menilai bahwa perkembangan teknologi dan media sosial sebenarnya bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat, asalkan digunakan dengan cara yang tepat dan sehat.
Menurut Jessica, kemudahan akses informasi di era digital membuat masyarakat, khususnya perempuan, menjadi lebih terbuka dan sadar akan banyak hal yang sebelumnya sulit dibicarakan.
Jessica menambahkan, derasnya arus informasi justru bisa menjadi penyeimbang ketika seseorang tidak mendapatkan pemahaman atau dukungan dari satu sisi tertentu.
"Iya women support women ya. Karena zaman sekarang kan digital, terus kayak semuanya lebih cepat, lebih gampang, lebih fleksibel untuk diakses. Kita jadi gampang banyak tahu berita, lebih gampang dapat informasi. Jadi dengan kayak gitu kadang hal-hal yang mungkin kurang yang kita dapatkan di satu sisi, kita bisa dapatin di sisi lain gitu," ujar Jessica Iskandar di kawasan Jakarta Selatan beberapa waktu yang lalu.
Di tengah maraknya konten negatif di media sosial, artis yang akrab disapa Jedar itu menilai platform digital sejatinya memiliki potensi besar untuk membantu kehidupan menjadi lebih mudah dan cerdas, asalkan disikapi dengan cara yang benar.
"Jadi ya mudah-mudahan selama kita mengaksesnya dengan positif dan menggunakan logika dan akal pikiran yang sehat, zaman sekarang sosial media bisa digunakan untuk membantu hidup kita jadi lebih pintar, lebih mudah," ujarnya.
Jessica Iskandar juga menyinggung peran perempuan yang menurutnya cenderung lebih peka secara emosional. Hal ini membuat perempuan lebih mudah untuk berbagi pengalaman dan saling membantu satu sama lain.
"Dan perempuan salah satu contoh yang mungkin lebih aware ya, karena perempuan kan lebih kayak dengan hati, dengan apa gitu, dengan perasaan. Jadi lebih bisa banyak sharing dan membantu sesama perempuan gitu," tuturnya.
Ia berharap, dengan semakin banyaknya perempuan yang berani berbicara dan saling mendukung, proses pemulihan dari trauma bisa berjalan lebih baik. Ia juga berharap agar orang-orang yang sedang menjalani hal tersebut bisa segera keluar dari zona trauma.
"Mudah-mudahan selain bercerita juga mudah-mudahan yang mungkin mengalami hal yang tidak baik itu bisa sembuh dari traumanya. Dan mungkin kalau sedang menjalaninya bisa keluar dari belenggu itu gitu," ungkap Jedar.
Tak hanya untuk perempuan dewasa, Jessica menilai cerita-cerita nyata yang beredar di media juga bisa menjadi pelajaran penting bagi remaja dan para orang tua. Ia juga berpesan agar para remaja lebih berani membuka komunikasi dengan orang tua demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Percaya Penuh pada Istri, Vincent Verhaag Berikan Seluruh Penghasilannya ke Jessica Iskandar
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |