Grid.ID - Kenapa ya setiap Tahun Baru Imlek selalu ada jeruk mandarin? Ternyata kemunculan buah satu ini bukan tanpa sengaja, loh. Menurut kepercayaan Tionghoa, jeruk mandarin ternyata memiliki makna mendalam lebih dari sekadar pencuci mulut saja.
Perayaan Imlek 2026 atau Tahun Baru China akan segera tiba. Di Indonesia Imlek akan dirayakan pada 17 Februari 2026.
Sebagai negara dengan penduduk Tionghoa yang cukup banyak, perayaan Imlek di Indonesia digelar dengan meriah. Dekorasi serba merah dan makanan khas perayaan Tahun Baru China tak pernah ketinggalan menyemarakkan suasana.
Salah satu yang cukup sering dilihat jelang perayaan Imlek adalah jeruk mandarin. Ya, tiap kali Imlek tiba, jeruk mandarin hampir selalu hadir di rumah, meja tamu, hingga hampers Tahun Baru China.
Buah berwarna oranye cerah ini bukan sekadar pelengkap, tetapi memiliki makna mendalam dalam budaya Tionghoa. Lalu apa sih makna di balik jeruk mandarin saat Imlek?
Melansir Kompas.com dan Tribun Lampung, berikut adalah 4 alasan kenapa jeruk mandarin selalu disajikan saat Imlek.
1. Simbol Keberuntungan dan Kemakmuran
Dalam bahasa Mandarin dan Kanton, kata jeruk memiliki pelafalan yang mirip dengan kata keberuntungan dan emas. Jeruk berbunyi “ju” yang mirip dengan bunyi kata keberuntungan, yakni “ji”. Hal inilah yang membuat jeruk dipercaya sebagai simbol rezeki dan kemakmuran.
Memberikan atau menyajikan jeruk saat Imlek dianggap sebagai doa agar penerimanya mendapatkan keberuntungan sepanjang tahun. Selain Imlek, jaruk mandarin juga disajikan untuk acara-acara besar, seperti upacara perkawinan sebagai harapan untuk mendapat hoki.
2. Warna Oranye Melambangkan Emas
Alasan lainnya adalah karena warna jeruk mandarin yang cerah menyerupai warna emas. Dalam budaya Tionghoa, emas melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan kesuksesan. Karena itu, jeruk mandarin menjadi simbol visual harapan akan kehidupan yang makmur di tahun yang baru.
| Source | : | Kompas.com,Tribun Lampung |
| Penulis | : | Nindya Galuh Aprillia |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |