Grid.ID – Setelah dokter Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka, dokter Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) membongkar segala dugaan kebohongan dilakukan oleh rivalnya tersebut.
Saking geramnya melihat perilaku dokter Richard Lee yang dinilai terus membohongi publik tanpa rasa bersalah, Doktif sampai melontarkan kalimat sindiran yang sangat pedas.
"Stop ini orang udah, Doktif bilang mungkin, apa ya istilahnya ya, Dajjal aja mungkin sungkem sama dia. Luar biasa guys," ucap Doktif di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Lantas, apa saja dugaan kebohongan dokter Richard Lee yang dibongkar oleh Doktif hingga membuatnya murka? Berikut rangkumannya:
1. Produk 'Tomat Busuk' dan Stem Cell Palsu
Doktif menuding dokter Richard Lee menjual beberapa produk dengan klaim palsu (overclaim) yang merugikan masyarakat hingga ratusan miliar rupiah.
Salah satunya adalah produk White Tomato yang disebut Doktif sebagai 'tomat busuk' karena tidak mengandung tomat putih seperti yang dijanjikan.
Selain itu, Doktif juga membongkar layanan suntik Stem Cell murah di klinik Athena seharga Rp15 juta. Padahal, menurut Doktif, harga Stem Cell asli mencapai ratusan juta rupiah.
"Tidak ada yang namanya Stem Cell itu belasan juta. Dan di situ dokternya mengakui, 'Dok, itu bukan Stem Cell. Stem Cell itu adalah secretome'. Jadinya apa? Selama ini Anda, DRL, diduga sudah melakukan penipuan," beber Doktif.
2. Mobil Mewah Diduga Bodong Pajak
Doktif mengungkapkan bahwa mobil Rolls Royce yang sering pamerkan dokter Richard Lee di media sosial diduga menggunakan plat nomor sementara yang tidak terdaftar resmi bertahun-tahun demi menghindari pajak.
Baca Juga: Minta Richard Lee Langsung Ditahan, Doktif Sampai Rela Menginap: Kalau Perlu Dirikan Tenda di Polda
"Dia pamerkan, mobil Rolls Royce tapi enggak bayar pajak. Sampai detik ini enggak ada rasa malu-malunya dia. Ada rasa bersalah? Tidak," sindir Doktif.
3. Jualan Serum Rambut tapi Pakai Wig
Doktif juga menyinggung penampilan fisik dan produk yang dijual dokter Richard Lee. Ia merasa ironis ketika rivalnya itu menjual produk penyubur rambut, namun dirinya sendiri diduga menggunakan rambut palsu.
"Beliau itu menjual yang namanya serum penumbuh rambut, Pak. Sementara rambutnya sendiri pakai wig, Pak," celetuk Doktif yang ditujukan kepada Kapolda Metro Jaya.
4. Gelar PhD Instan dan Izin Praktik
Terakhir, Doktif mempertanyakan gelar PhD milik dokter Richard Lee yang konon didapatkan hanya dalam waktu satu tahun.
Tak hanya itu, saat Doktif mencoba treatment di salah satu klinik dokter Richard Lee di Palembang, ia mengaku tidak menemukan papan Surat Izin Praktik (SIP) di klinik tersebut.
"Doktif keliling ruangan di situ guys. Tidak satupun Doktif menemukan SIP," tegasnya.
Sebagai informasi, dr Richard Lee ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Doktif terkait dugaan pelanggaran di bidang kesehatan dan perlindungan konsumen.
Kasus ini bermula dari perseteruan keduanya yang saling lapor. Sebelumnya, Doktif lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik pada 12 Desember 2025 atas laporan dr Richard Lee. (*)
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Desy Kurniasari |