Grid.ID - Nadya Arina kembali terlibat dalam film horor Kafir: Gerbang Sukma setelah delapan tahun berlalu, sejak film Kafir: Bersekutu dengan Setan yang dirilis pada 2018. Dalam film terbaru ini, Nadya kembali memerankan karakter Dina yang pernah ia mainkan sebelumnya.
Keterlibatan Nadya dalam film ini menghadirkan tantangan tersendiri baginya sebagai aktris. Ia harus menghidupkan kembali karakter yang sama dengan latar waktu dan perjalanan cerita yang sudah berkembang jauh.
“Tantangannya gimana caranya membawa karakter Dina kembali lagi melihat 8 tahun seperti apa di Kafir: Bersekutu dengan Setan. Lalu kita berjalan dengan karakter kita masing-masing setelah 8 tahun setelahnya, itu sih yang jadi sesuatu menarik buat aku,” ujar Nadya saat berada di Metropole XXI, Jakarta Pusat pada Selasa (6/1/2026).
Selain tantangan dalam pendalaman karakter, Nadya juga menghadapi kondisi syuting yang tidak mudah. Proses syuting yang berlangsung cukup lama dengan medan dan cuaca yang ekstrem.
“Selain itu juga medan kita cukup berat dengan syuting cukup lama, panas dingin. Di Jember panas banget, hujan juga, tapi di Bromo juga dingin banget,” ungkapnya. Situasi tersebut menjadi ujian fisik dan mental bagi seluruh pemain.
Meski demikian, wanita kelahiran Bogor ini merasa segala tantangan itu terbayar dengan hasil yang diperoleh. Ia mengaku puas dengan pengalaman yang ia jalani selama proses produksi.
“Untungnya semua itu menurut aku sangat terbayar,” katanya. Ia menilai kerja keras selama syuting memberikan kepuasan tersendiri.
Nadya juga menyinggung perubahan dirinya setelah delapan tahun berlalu sejak film pertama Kafir. Ia merasa kini lebih matang dalam menghadapi proses syuting dan berinteraksi dengan rekan kerja.
“Delapan tahun berlalu perbedaannya dulu aku masih kecil. Tadinya aku sempat gerogi pas ketemu lagi, tapi ternyata masih sama kaya dulu,” ujar wanita berusia 28 tahun ini.
Film Kafir memiliki makna khusus bagi Nadya Arina dalam perjalanan kariernya. Proyek ini menjadi bagian penting dari proses tumbuhnya sebagai seorang aktris di industri perfilman.
“Kafir selalu punya tempat tersendiri di hidupku, di hatiku juga. Karena kebetulan Kafir: Bersekutu dengan Setan, salah satu film pertama untuk aku masuk ke dalam industri perfilman,” tuturnya.
Baca Juga: Asha Assuncao Debut Horor di Film Kafir: Gerbang Sukma, Akui Sifat Heboh Jadi Tantangan
| Penulis | : | Gemma Ramadhina Zaneta |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |