Grid.ID - Olahraga padel kini mulai dilirik sebagai aktivitas fisik yang dinilai bermanfaat bagi penderita penyakit Parkinson. Di tengah keterbatasan fisik yang kerap dialami pasien, aktivitas olahraga yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup.

Sejumlah organisasi kesehatan dan komunitas Parkinson di Eropa aktif mempromosikan padel sebagai pilihan olahraga yang aman dan menyenangkan. Aktivitas ini tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mendorong interaksi sosial dan kesehatan mental.

Fenomena tersebut semakin mendapat perhatian setelah berbagai komunitas menggelar program khusus bagi penderita Parkinson. Lantas, seberapa efektif padel dalam membantu mengelola gejala penyakit Parkinson?

Padel Dinilai Ideal untuk Penderita Parkinson

Organisasi amal asal Inggris, Parkinson’s Guernsey, menjadi salah satu pihak yang aktif memanfaatkan padel sebagai sarana pendukung terapi bagi penderita Parkinson. Asosiasi ini secara rutin menggelar kelas padel yang dipandu oleh instruktur bersertifikat, bersama olahraga lain seperti tenis, sepak bola, dan pickleball.

Upaya tersebut dipertegas melalui kegiatan hari kesadaran Parkinson yang terbuka untuk masyarakat umum dan digelar di Worcester, Inggris. Dikutip dari Padel Magazine, dalam acara tersebut, Parkinson’s Guernsey menyoroti pentingnya aktivitas fisik dalam membantu mengelola gejala Parkinson melalui berbagai demonstrasi interaktif. Mulai dari penggunaan virtual reality bagi penderita Parkinson, sesi edukasi tentang olahraga sebagai terapi, hingga kelas spinning khusus untuk meredakan gejala.

Relawan Parkinson’s Guernsey menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi, dukungan, serta menumbuhkan optimisme bahwa penderita Parkinson tetap dapat menjalani hidup yang bermakna. Padel dipilih karena mampu menghadirkan latihan fisik yang menyeluruh sekaligus mendorong keterlibatan sosial.

Secara karakteristik, padel merupakan olahraga raket yang mirip tenis, namun dimainkan di lapangan yang lebih kecil dengan dinding yang memungkinkan bola memantul. Sistem ini membuat reli permainan menjadi lebih panjang dan dinilai lebih ramah bagi penderita Parkinson karena tidak membutuhkan kekuatan fisik sebesar tenis atau squash.

Keunggulan inilah yang membuat padel dianggap ideal sebagai olahraga bagi penderita gangguan keseimbangan dan koordinasi. Permainan ganda yang lazim dimainkan juga mengurangi tekanan fisik berlebihan, sekaligus memperkuat aspek sosial antar pemain.

Kisah Morten Gunvad dan Dampak Padel pada Gejala Parkinson

Popularitas padel di kalangan penderita Parkinson juga terlihat di Denmark. Di Kopenhagen, olahraga ini berkembang pesat dalam komunitas Parkinson setempat. Salah satu tokohnya adalah Morten Gunvad, yang didiagnosis Parkinson pada 2012 dan mulai bermain padel sekitar enam tahun lalu.

Baca Juga: Kerap Disangka Serupa, Inilah Perbedaan Padel dan Pickleball yang Patut Diketahui

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : Padel Magazine,Parkinsonseurope.org
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Desy Kurniasari

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik