Grid.ID - Polisi berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan anak Politisi PKS Cilegon Maman Suherman. Terungkap ucapan terakhir korban yang membuat pelaku semakin murka dan malah menusuknya.
Pada 16 Desember 2025 lalu, anak politikus PKS Cilegon, Maman Suherman, ditemukan tewas dibunuh di rumahnya. Bocah 9 tahun itu ditemukan bersimbah darah di lantai satu rumahnya di perumahan BBS 3, Cilegon.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya menangkap AH (30). Ia diduga nekat melakukan aksinya karena motif ekonomi.
Melansir Tribunnewsbogor.com, anak Politisi PKS Cilegon Maman Suherman, Muhammad Axle Herman Miller rupanya sempat mengucapkan sesuatu pada pelaku sebelum dibunuh yang justru membuat pelaku AH (30), murka dan makin menusuk korban. Dirreskrimum Polda Banten, AKBP Dian Setyawan mengatakan, pelaku insial AH itu merupakan pegawai operator produksi di PT.CA.
"Warga Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan," kata AKBP Dian Setyawan saat konferensi pers, Senin (5/1/2026).
Menurut Dian, AH nekat melakukan aksinya karena motif ekonomi. Padahal AH diketahui sedang menderita sakit kanker stadium dua.
Rupanya pelaku melakukan aksinya secara acak ke rumah-rumah di kawasan elite. Saat hujan lebat, ia memencet bel di rumah korban sebanyak empat kali. Karena tak ada respon, pelaku AH kemudian memanjat masuk ke dalam rumah.
"Setelah masuk menuju ke lorong, mencongkel jendela di kamar pembantu. Pelaku masuk ke TKP, menggunakan masker, helm full face, sepatu, sarung tangan," kata dia lagi. Di lantai 1, kata dia, pelaku kemudian melihat brankas besar dan mencoba membukanya.
"Setelah otak atik dan tidak berhasil, yang bersangkutan naik ke lantai 2," tuturnya. Saat itu ia melihat pintu kamar korban A dalam kedaan tertutup, lalu membukanya.
"Lihat korban sedang main HP di atas kasur. Korban menghampiri, pelaku memberi kode 'diam'. Sempat nanya, ayahmu di mana?," kata pelaku. Korban pun menjawab kalau sang ayah sedang keluar.
"Tahu kunci brankas disimpan di mana?," kata AKBP Dian menirukan ucapan pelaku pada korban. Saat itu korban mengaku tidak tahu di mana tempat menyimpan kunci brankas.
"'Tidak tahu, mungkin kakak D tahu', sambil nunjuk kamar kakaknya di lantai 2," ujarnya lagi.
Setelah itu, pelaku kemudian merangkul korban A lalu dibawa ke kamar sang ayah. Lalu pelaku membawa korban ke lemari putih di kamar tersebut.
"Dia bilang 'saya ikat ya'," kata AKBP Dian. Namun korban saat itu rupanya berontak, hingga membuat pelaku murka.
"Korban 2 kali menendang kemaluan pelaku, menendang lutut, dan siku. Dari situ pelaku langsung menusuk korban," katanya.
"Korban sempat teriak A, makin ditusuk," ucap dia lagi. Setelah menusuk korban, pelaku lalu turun lagi ke lantai 1 tempat brankas.
"Sehingga di sana ada bekas darah. Karena tidak berhasil, pelaku kabur lewat jalan masuk, yaitu jendela pembantu, pencet pagar, ke motor, melarikan diri," ucapnya.
Dicatut dari Kompas.com, korban yang merupakan anak Politisi PKS Cilegon Maman Suherman ditemukan tewas bersimbah darah di rumah keluarganya di Perumahan Bukit Baja Sejahtera, Kota Cilegon, pada Selasa (16/12/2025). Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan mengungkapkan hasil pemeriksaan awal terhadap tubuh korban.
"Jadi untuk pengamatan luar itu, ada luka sebanyak 22. 22 terdiri dari 19 luka kekerasan benda tajam. Nah, tapi enggak tahu nih apakah dia menggunakan pisau atau apa kita belum tahu karena barang bukti tidak ada kan," kata Sigit, Rabu (17/12/2025). Ia menambahkan, tiga luka lainnya diduga berasal dari benda tumpul yang berada di area vital seperti leher dan dada.(*)
| Source | : | Kompas.com,TribunnewsBogor.com |
| Penulis | : | Desy Kurniasari |
| Editor | : | Desy Kurniasari |