Grid.ID - Olahraga raket terus berkembang dan menarik minat banyak kalangan, salah satunya padel yang kian populer di berbagai negara. Tidak sedikit orang menyebut padel sebagai perpaduan antara tenis dan squash karena memiliki sejumlah kemiripan teknis.
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, sebab padel dan squash memang berbagi beberapa karakter permainan yang serupa. Meski demikian, ada pula perbedaan mendasar yang membuat keduanya tetap menjadi cabang olahraga yang unik.
Pemahaman tentang persamaan dan perbedaan ini penting, terutama bagi pemain squash yang ingin mencoba padel atau sebaliknya. Lantas, apa saja kesamaan dan pembeda utama antara padel dan squash?
Persamaan Padel dan Squash
Dikutip dari Padel Magazine, Kamis (1/1/2026), padel dan squash sama-sama memanfaatkan dinding sebagai bagian dari permainan. Dalam squash, dinding belakang dan samping menjadi elemen vital yang memungkinkan bola memantul dan tetap hidup dalam reli panjang.
Hal ini juga berlaku dalam padel, di mana kaca dan dinding di sekitar lapangan dapat dimanfaatkan untuk mengembalikan bola secara strategis. Karena itu, pemain squash biasanya tidak terlalu kesulitan beradaptasi dengan konsep pantulan dinding saat bermain padel.
Kesamaan berikutnya terletak pada teknik voli atau fly. Walau tidak sesering dalam squash, pemain padel tetap dituntut memiliki kepekaan tinggi untuk memainkan bola sebelum memantul. Pemain squash dikenal memiliki presisi luar biasa dalam menempatkan bola, dan kemampuan ini cukup relevan ketika mereka mulai bermain padel, meski teknik raket dan karakter bola tentu berbeda.
Dari sisi kecepatan permainan, squash dan padel sama-sama menuntut kemampuan antisipasi yang kuat. Squash dikenal sebagai salah satu olahraga raket tercepat, sejajar dengan tenis meja dan bulu tangkis. Pengalaman menghadapi bola berkecepatan tinggi membuat pemain squash memiliki naluri membaca arah bola yang tajam, sebuah keunggulan yang juga sangat berguna dalam padel.
Selain itu, kondisi fisik menjadi faktor persamaan lainnya. Squash terkenal sangat menguras stamina dan kardio pemain. Meski reli panjang juga sering terjadi dalam padel, tingkat tuntutan detak jantung dalam squash umumnya lebih tinggi. Alhasil, pemain squash yang terjun ke padel biasanya memiliki daya tahan fisik yang kuat dan mampu menjadi lawan tangguh sepanjang pertandingan.
Perbedaan Utama antara Padel dan Squash
Walaupun memiliki banyak kesamaan, ada sejumlah aspek yang menjadi kelemahan pemain squash ketika bermain padel. Salah satunya adalah pukulan-pukulan khas seperti smash, bandeja, dan vibora.
Baca Juga: Kenapa Sepatu Padel Terasa Lebih Cepat Panas dan Apa Dampaknya?
| Source | : | Padel Magazine |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Desy Kurniasari |