Grid.ID - Pengamat politik menilai isu moral menjadi faktor paling krusial yang mempengaruhi anjloknya citra Ridwan Kamil. Isu tersebut dinilai lebih berdampak dibanding kegagalan kebijakan atau kekalahan politik.

Pengamat politik sekaligus praktisi hukum, Efriza, menyebut persoalan moral memiliki sensitivitas tinggi di mata publik. Hal ini membuat dampaknya jauh lebih besar terhadap elektabilitas.

Menurut Efriza, kebijakan yang dianggap gagal masih bisa diperdebatkan secara rasional. Namun persoalan moral menyentuh nilai dan etika masyarakat.

“Kalau sudah masuk ke wilayah moral, itu sangat riskan bagi politisi,” ujar Efriza yang dikutip oleh Grid.ID melalui akun Youtube @ReyUtamiBenuaEntertainment, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa isu moral sulit dipulihkan karena melekat pada karakter pribadi. Publik cenderung memberi penilaian jangka panjang.

Ridwan Kamil sebelumnya dikenal memiliki citra positif dan intelektual. Namun isu yang berkembang membuat persepsi publik berubah drastis.

Efriza menyebut masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap figur pemimpin. Ketika ekspektasi itu runtuh, kekecewaan muncul lebih besar.

Menurutnya, isu moral juga mempengaruhi pemilih perempuan. Kelompok ini disebut sangat sensitif terhadap perilaku pemimpin.

“Pemilih perempuan tidak mudah memaafkan persoalan etika,” katanya.

Ia menilai kondisi ini membuat Ridwan Kamil kesulitan membangun kembali kepercayaan. Terlebih sorotan publik masih terus berlangsung.

Efriza menambahkan bahwa politik tidak hanya soal prestasi. Integritas personal menjadi faktor penentu keberlanjutan karier.

Baca Juga: Terungkap Hadiah Istimewa Ridwan Kamil untuk Aura Kasih, Dilukis Sendiri Lengkap dengan Pesan Hangat Ini

Halaman Selanjutnya

Source : Youtube
Penulis : Argia Melanie Pramesti
Editor : Irene Cynthia

Tag Popular

#berita artis hari ini

#harimau

#Ammar Zoni

#paskah

#anak

#pegawai

#Indonesia

#meninggal dunia

#maia estianty

#viral