Grid.ID - Di tengah gejolak ekonomi dan kenaikan biaya hidup, para Ibu di Indonesia membuktikan diri sebagai “chief decision makers” yang tidak hanya menjaga dapur tetap mengepul, tetapi juga menggerakkan roda konsumsi nasional. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam The Mom Playbook, sebuah studi kolaboratif antara Supermom dan NielsenIQ yang mengupas realitas keseharian Ibu Indonesia dalam mengelola rumah tangga modern.
Studi ini hadir sebagai langkah nyata Supermom untuk menghadirkan suara para Ibu Indonesia, tentang kecemasan, strategi penghematan, kompromi, hingga keputusan kritis yang memengaruhi kesejahteraan keluarga. Di balik shalat subuh, antar jemput sekolah, dan perhitungan belanja bulanan, rupanya terdapat dinamika besar yang turut membentuk arah perekonomian Indonesia.
Ibu Indonesia Semakin Cemas Soal Finansial dan Semakin Cermat dalam Mengatur Uang
Data terbaru NielsenIQ menunjukkan bahwa konsumen Indonesia kini berada pada tingkat kecemasan finansial yang lebih tinggi bagi diri dan keluarga mereka dibandingkan tahun sebelumnya (NielsenIQ Consumer Survey Q2 2025 vs. NIQ 2024, 2023, 2022 Consumer Outlook, Indonesia).
Kekhawatiran ini pun tercermin dalam meningkatnya kesadaran harga di kalangan konsumen, dengan segmen pembeli dengan kekhawatiran terhadap harga melonjak dari 36% pada 2024 menjadi 54% pada 2025; dengan konsumen di pulau Jawa dan Sumatera sebagai segmen paling proaktif dalam menanggapi perubahan harga ini (NielsenIQ syndicated Retail Pulse report 2024). Meski begitu, peran Ibu dalam pengambilan keputusan tetap dominan: lebih dari 90% keputusan pembelian rumah tangga berada di tangan mereka.
Seorang Ibu Rumah Tangga berusia 34 tahun yang merupakan peserta studi dari The Mom Playbook bercerita: “Sebenarnya kesulitan (saya) karena pemasukan juga tidak bertambah, tapi pengeluaran naik terus. Namun, kalau (saya) menurunkan porsi belanja atau kualitas, takutnya suami dan anak-anak akan komplain. Jadi, ya bingung juga.”
Meski tekanan ekonomi makin menekan, para Ibu di Indonesia tetap menempatkan stabilitas keluarga sebagai prioritas absolut. Temuan The Mom Playbook, studi kolaborasi NIQ dan Supermom, menunjukkan bahwa mereka tetap loyal pada merek kepercayaan, bahkan di tengah kenaikan harga, selama manfaat produk terasa nyata bagi keluarga.
Kondisi ini mendorong para Ibu menjadi semakin cermat dan strategis. Mereka aktif menelusuri media sosial dan platform digital, membandingkan harga, membaca ulasan, dan berburu penawaran terbaik demi memastikan setiap keputusan belanja membawa nilai maksimal.
Di tengah ketidakpastian ekonomi, para Ibu justru tampil sebagai penggerak konsumsi yang paling adaptif: cepat berstrategi, tajam menilai, dan selalu berorientasi pada kesejahteraan keluarga.
Media Sosial Jadi Senjata Rahasia Para Ibu Modern
WhatsApp, Instagram, TikTok, dan Facebook kini menjadi perpanjangan tangan Ibu dalam mengelola rumah tangga dan mendapatkan referensi produk. Bagi para Millennial dan Gen Z Moms, review, konten rekomendasi, dan pengalaman sesama Ibu menjadi kompas utama dalam memilih produk atau layanan. Sehingga tidak heran jika setidaknya 74% Ibu di segment ini mengakses Instagram secara aktif dalam 1 bulan terakhir.
| Penulis | : | Grid |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |