Grid.ID – Di tengah kepanikan dan asap pekat dari kebakaran gedung Terra Drone, ada satu sosok berani bernama Riyan yang berhasil menyelamatkan banyak nyawa.
Riyan, petugas keamanan gedung, mempertaruhkan keselamatannya demi mengevakuasi 15 karyawan yang terjebak di rooftop saat kebakaran terjadi pada Selasa (9/12/2025) siang.
Riyan memutuskan memanjat dari kantor sebelah dan merayap menuju atap, meski orang-orang sudah melarangnya karena situasi sangat berbahaya. Ia mengaku bertindak tanpa memikirkan risikonya.
"Saya nekat. Sendiri, sendiri, saya muter itu saya ngerangkap... sampe ngerayap sendiri. Orang-orang kantor sampe pada 'jangan jangan', tapi emang nekat untuk niat mau bantuin orang. Karena tanggung jawab kita juga," ucap Riyan ketika ditemui di depan gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).
Motivasi Riyan sederhana: semua karyawan yang terjebak adalah orang-orang yang ia kenal baik, termasuk seseorang yang rencananya menikah bulan ini.
"Saya mau naik ke situ mau nolongin orang-orang itu, karena emang kenal semua gitu. Udah gitu kan ada salah satu yang manggil itu tuh bulan ini mau nikah," ucapnya.
Momen paling menegangkan terjadi saat proses evakuasi. Seorang karyawan perempuan hampir melompat karena panik sebelum tangga penyelamat terpasang. Beruntung, Riyan dan tim Damkar berhasil menahannya.
"Ada 5 tangga lagi udah kelar itu, dia akhirnya lompat kita tahan. Itu dahsyat banget. Makanya sempet viral juga itu," tuturnya.
Setelah semuanya berakhir, Riyan sendiri masih tak percaya bagaimana ia bisa melakukan aksi berbahaya itu. Ia merasa ada kekuatan doa dan perlindungan Tuhan yang membuatnya selamat.
"Saya bingung sendiri. Kok bisa begini? Gitu. Bingung sendiri tiba-tiba pengen begitu aja... Kalau diulangin lagi kita bingung. Gak ngerti. Tiba-tiba saya ngebantuin 15 orang itu," tandasnya.
Kebakaran di gedung Terra Drone terjadi pada Rabu (9/12/2025) pukul 12.43 WIB. Sebanyak 22 orang tewas terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki, yang seluruhnya merupakan karyawan. Sementara itu, 19 orang lainnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. (*)
| Penulis | : | Ragillita Desyaningrum |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |