Grid.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beri peringatan untuk para kepala daerah. Dedi menyebut wilayah Bandung terancam tenggelam lantaran semua hutan di Jabar telah rusak.
Seperti diketahui, baru-baru ini beberapa wilayah di Jawa Barat khususnya di Kabupaten Karawang dilanda banjir yang cukup parah. Banjir itu bahkan sampai merendam ratusan hektare sawah dan ribuan rumah.
Terkait hal tersebut, Dedi Mulyadi langsung turun tangan dan memberi bantuan. Tak hanya itu, ia juga memberi peringatan keras pada para kepala Daerah.
Dedi Mulyadi beri peringatan untuk para kepala daerah lantaran wilayah Bandung Raya juga terancam tenggelam. Menurutnya, hal itu disebabkan oleh hutan di Jabar yang sudah banyak yang rusak.
"Semua hutan (di Jawa Barat) rusak," ujar Dedi Mulyadi kepada sejumlah wartawan seusai rapat koordinasi Banjir Bandung Raya, Sumedang, dan Garut di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Senin (9/12/2025) dilansir Kompas.com.
Tak hanya memberi peringatan, Dedi Mulyadi juga memberi usul agar para kepala daerah mulai mengubah tata ruang di Jawa Barat. Ia menargetkan tata ruang di Jawa Barat itu akan dimulai pada Januari 2026.
"Tata ruang harus diubah, 18 Desember nanti kami akan bertemu Kementerian Tata Ruang untuk mengevaluasi perubahan tata ruang Jawa Barat," tutur Dedi.
Menurut Dedi, evaluasi tata ruang ini perlu dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya bencana banjir dan longsor. Dedi pun fokus untuk mengevaluasi tata ruang di wilayah Bandung Raya seperti Sumedang, Cimahi, KBB, Kabupaten Bandung, Kota Bandung.
Dedi menyebut wilayah itu sering dilanda banjir dan longsor tahunan. Oleh karena itu, perubahan tata ruang di Jabar dinilai penting untuk melindungi hutan dan lahan hijau sehingga bisa meminimalisasi bencana.
"Kami menyadari bahwa, wilayah Bandung Raya, Sumedang, Garut itu wilayah rawan Sesar Lembang (gempa), banjir, longsor," sebut Dedi.
| Source | : | Kompas.com,TribunJabar.id |
| Penulis | : | Widy Hastuti Chasanah |
| Editor | : | Widy Hastuti Chasanah |