Grid.ID – Resmi bercerai, Bedu ungkap beban nafkah anak dan cicilan bernilai fantastis. Pria bernama asli Harabdu Tohar itu harus membayar nafkah sebanyak Rp50 juta per bulan kepada mantan istri.
Hal itu diungkap Bedu usai menjalani sidang ikrar talak di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
"Kalau ditotal-total ya hampir menyentuh angka segitu (Rp50 juta). Tapi kan bayarnya enggak langsung," ujar Bedu usai persidangan.
Komedian 46 tahun itu menjelaskan bahwa nominal fantastis tersebut mencakup berbagai kebutuhan. Mulai dari nafkah anak sebesar Rp20 juta (termasuk gaji pengasuh), biaya listrik rumah yang kini ditempati mantan istri dan anak-anak, kebutuhan pangan harian, hingga pelunasan cicilan aset harta gono-gini berupa rumah dan mobil.
"Karena ibunya yang jaga (anak-anak), ya saya kasih makan juga, semuanya ke ibunya. Sama cicilannya ya hampir menyentuh 50 juta," tambahnya.
Demi menutupi kebutuhan yang besar tersebut dan memastikan kenyamanan mantan istri serta anak-anaknya, Bedu harus rela menurunkan standar hidupnya. Ia memilih keluar dari rumah pribadinya dan kini tinggal di sebuah rumah kontrakan di kawasan Depok, Jawa Barat.
"Saya ngontrak di daerah Depok, dekat (masjid) Kubah Mas," ungkap Bedu.
Ia menyebut biaya sewa kontrakannya sekitar Rp70 juta per tahun. Angka ini jauh lebih "hemat" dibandingkan total nafkah bulanan yang ia gelontorkan untuk keluarganya.
Bedu mengakui tahun 2025 adalah tahun terberat dalam hidupnya, di mana ia harus menghadapi perceraian, cacian, hingga tekanan finansial yang tinggi.
Meski demikian, ia bersyukur penghasilannya dari pekerjaan sebagai host program dakwah, konten kreator YouTube, dan MC masih mencukupi untuk menutupi kewajiban tersebut, meskipun dengan margin yang ketat.
"Alhamdulillah tipis-tipis selisihnya, tapi pas. Artinya enggak minus. Mau beli mobil uangnya cukup, mau beli rumah uangnya cukup," pungkas Bedu dengan nada optimistis, mensyukuri rezeki yang ada.
Baca Juga: Tepis Semua Isu Miring, Kuasa Hukum Tegaskan Bedu dan Mantan Istri Masih Berhubungan Baik
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |