Grid.ID - Kasus dugaan keracunan dari paket makanan bergizi kembali menyita perhatian publik. Kali ini terjadi di wilayah Parakan, Kecamatan Leuwimunding, Majalengka. Beginilah kronologi keracunan MBG ini bermula.

Insiden keracunan tersebut terjadi pada Kamis (4/12/2025). Awalnya dari pembagian paket makanan untuk warga. 

Pemeriksaan laboratorium kini dilakukan untuk memastikan penyebab utama keracunan. Pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional disebut sudah menghentikan sementara distribusi makanan di lokasi insiden. 

Kronologi Keracunan MBG

Koordinator SPPG Majalengka, Intan Diena Khoerunisa, menjelaskan kronologi keracunan MBG ini. Peristiwa tersebut terjadi setelah makanan program dibagikan sekitar pukul 12.00 WIB.

Namun, sejumlah warga baru mengonsumsi paket makanan tersebut pada rentang waktu 17.00–20.00 WIB. Jarak waktu konsumsi yang terlalu lama diduga sementara menjadi pemicu awal timbulnya gejala keracunan. Bahkan, korban bukan hanya berasal dari penerima manfaat posyandu, tetapi juga anggota keluarga yang ikut makan hidangan tersebut.

Semua warga yang terdampak kini sudah dirawat dan kondisinya terkendali. "Alhamdulillah sudah ditangani faskes terdekat," katanya, dikutip dari Tribun Cirebon, Sabtu (6/12/2025).

Sampel makanan juga telah diamankan untuk diuji di Labkesda. SPPG langsung melaporkan insiden ke Badan Gizi Nasional yang kemudian mengambil keputusan untuk menghentikan sementara layanan hingga hasil pemeriksaan laboratorium keluar. 

MBG Sudah Jangkau 49 Juta Penerima Manfaat

Di tengah sorotan kasus keracunan MBG, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program tersebut telah menjangkau 49 juta penerima manfaat per hari. Mengutip Kompas.TV, Sabtu (6/12/2025), pernyataan itu disampaikan pada acara puncak HUT ke-61 Partai Golkar di Jakarta, Jumat (5/12/2025). Ia menyebut keberhasilan MBG mampu menembus daerah pelosok dan terpencil, menghadirkan makanan bergizi bagi masyarakat yang sebelumnya kesulitan memperoleh asupan layak.

Prabowo bahkan membandingkan keberhasilan Indonesia dengan Brasil yang memerlukan 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat program serupa. Ia menegaskan, program ini bukan proyek politik, melainkan wujud keberpihakan pada rakyat kecil yang membutuhkan akses nutrisi.

Baca Juga: Kronologi Penemuan Mayat di Wirobrajan Yogyakarta dengan Kondisi Babak Belur, Pelaku Diduga Lebih dari Satu

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas TV,Tribun Cirebon
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Desy Kurniasari

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia