Grid.ID - Seorang saksi hidup banjir Tapanuli Selatan ceritakan momen mencekam. Ia melihat anak hanyut sampai fenomena tsunami kayu.

Kisah nyata tentang ganasnya banjir bandang Batangtoru. Sungai di Desa Garoga sampai berubah jalur.

Terbaru, saksi hidup banjir Tapanuli Selatan ceritakan momen mencekam. Ia melihat anak hanyut sampai fenomena tsunami kayu.

Musibah banjir bandang yang melanda kawasan Batangtoru, Tapanuli Selatan, menjadi tragedi besar bagi penduduk Desa Garoga.

Tumpukan kayu besar yang terbawa arus menghajar permukiman, menghancurkan banyak rumah. Puluhan warga dilaporkan meninggal, sementara sejumlah lainnya masih dinyatakan hilang.

Peristiwa pada 24 November itu benar-benar menyapu habis Desa Garoga. Rumah-rumah yang berada di sisi kiri dan kanan Jalinsum hilang terseret arus.

Wilayah yang sebelumnya penuh pepohonan mendadak berubah menjadi lautan kayu gelondongan. Pecahan kayu tampak berhamburan di berbagai penjuru.

Seperti hidup di sebuah pulau kecil

Kemunculan aliran sungai baru pascabanjir pada Kamis (4/12/2025) memperlihatkan betapa dahsyatnya kerusakan di Garoga. Sungai baru tersebut kini digunakan warga untuk menyeberang menuju Desa Anggoli.

Risman Rambe, Kepala Desa Garoga, menjadi saksi mata bagaimana bencana itu menerjang wilayah mereka. Sebelum banjir datang, ada dua aliran sungai yang melewati daerah tersebut disebut sebagai Sungai Garoga 1 dan Sungai Garoga 2.

Posisi Desa Garoga berada di tengah dua aliran itu sehingga warga merasa seperti tinggal di sebuah pulau kecil. Letaknya pun lebih rendah dibandingkan Jalinsum.

"Kami tinggal seperti di pulau kecil. Diapit dua sungai sekaligus," katanya.

Halaman Selanjutnya

Source : TribunMedan.com,Kompas.com
Penulis : Fidiah Nuzul Aini
Editor : Fidiah Nuzul Aini

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia