Grid.ID - Keluarga serta kerabat almarhum Epy Kusnandar menggelar tahlilan pada Kamis (4/12/2025). Acara dimulai setelah shalat Isya sekitar pukul 20.00 WIB.
Tahlilan ini digelar pada malam hari setelah pemakaman Epy di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Suasana rumah duka terlihat lebih tenang, meski masih ada beberapa pelayat yang datang.
Karangan bunga ucapan belasungkawa berjajar memenuhi halaman rumah. Warga sekitar juga hadir untuk memberikan doa terbaik bagi almarhum.
Anak Epy, Damar Rizal Marzuki, menjelaskan bahwa malam ini menjadi malam pertama tahlilan. “Ini malam pertama tahlilan,” ujarnya. Ia menambahkan, rangkaian doa akan digelar hingga tujuh hari kedepan.
Rencananya, tahlilan akan diadakan selama tujuh hari. Hari pertama hingga ketiga diperuntukkan bagi warga yang ingin melihat dan melayat. “Kalo enggak salah empat, lima, enamnya internal keluarga,” tambahnya.
Anak almarhum lainnya, Qodrat Pratama Putra, mengaku suasana malam ini terasa berbeda tanpa sang ayah. Ia mengatakan terasa ada yang hilang. “Kan biasanya ada sosok bapak, sekarang enggak ada, ya berasa kehilangan aja,” ucapnya.
Damar melanjutkan ucapan Qodrat, ia menjelaskan bahwa biasanya mereka sudah terbiasa ditinggal oleh sang ayah, namun kini terasa berbeda ketika menyadari bahwa beliau tidak akan kembali. “Biasa pergi, pamit besok ketemu, minggu depan ketemu, atau bulan depan ketemu. Sekarang kita yang akan menemukan, kita yang menyusul almarhum papa Epy Kusnandar,” ucap Damar. Yang artinya sekarang mereka hanya bisa mendoakan.
Dalam prosesi tahlilan, istri almarhum, Karina Ranau, tampak menitikkan air mata. Salah satu kerabat yang berada di dekatnya terlihat berusaha menenangkannya.
Tahlilan berlangsung khidmat dengan pembacaan doa bersama. Warga yang hadir ikut meresapi suasana duka yang terasa mendalam.
Keluarga berharap doa-doa tersebut menjadi penguat bagi mereka yang ditinggalkan. “Terima kasih atas dukungan semuanya,” ucap keluarga.
Suasana malam itu ditutup dengan harapan agar almarhum Epy Kusnandar diberikan tempat yang tenang, dan keluarga serta kerabat yang ditinggalkan diberi ketabahan. (*)
| Penulis | : | Gemma Ramadhina Zaneta |
| Editor | : | Nesiana |