Grid.ID - Dalam proses produksi film Suka Duka Tawa, aktris Rachel Amanda mengalami sebuah perjalanan yang tidak hanya mengasah kemampuan aktingnya, tetapi juga membuka perspektif baru tentang dunia stand-up comedy. Memerankan karakter Tawa, seorang komika dengan cerita personal yang kuat membuat Amanda harus masuk ke dunia yang sebelumnya tidak pernah ia sentuh secara profesional.
Pengalaman itu bukan sekadar bagian dari tuntutan peran. Di tengah tekanan, rasa takut, dan proses belajar yang intens, Amanda menemukan penghargaan baru terhadap para komedian yang mampu membuat penonton tertawa melalui fragmen kehidupan mereka yang sering kali penuh luka.
Perjalanan Amanda mempelajari seni stand-up dimulai dengan bimbingan dari Bintang Emon dan Aco, dua sosok penting dalam pengembangan karakter Tawa. Merekalah yang membantu Amanda membangun materi komedi yang akan dibawakan dalam film. Namun, prosesnya jauh dari mudah.
"Karena Bintang juga yang waktu itu bantu gue develop bahannya. Ditonton dia aja gue stres banget. Maksudnya ditambah stresnya tiba-tiba di panggung open mic," ujar Rachel Amanda di Jogja Expo Center, Yogyakarta pada Senin (1/12/2025).
Momen open mic itu menjadi salah satu tahap paling menegangkan. Tidak hanya harus menguji materi yang ia tulis, Amanda juga harus merasakan secara langsung atmosfer panggung stand-up.
Meskipun penuh tekanan, Amanda mengakui bahwa dorongan dari Aco untuk turun langsung ke panggung justru menjadi titik balik penting dalam pendalaman perannya.
"Tapi itu di satu sisi, aku juga berterima kasih banget gitu. Maksudnya untung Aco nih juga cukup gila buat ngedorong gue open mic, karena satu dan untungnya sebelum syuting. Jadi kayak aku ngerasa aku punya respect yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya tentang seni stand-up," ungkapnya.
Dalam prosesnya, Amanda semakin memahami bahwa stand-up comedy adalah seni yang memerlukan keberanian emosional. Seorang komika bukan hanya harus lucu, tetapi juga autentik dan rentan.
"Buatku itu susah banget. Kemampuan menulis, kemampuan membangun cerita dan di sisi yang lain tentunya juga membantuku sebagai Tawa untuk ya tahu gimana rasanya di atas panggung, menceritakan sesuatu yang personal, yang mungkin output-nya orang-orang tuh menangkapnya itu sebagai hal yang lucu. Padahal cerita di baliknya kita enggak tahu kayak gimana," tuturnya.
Melalui penggalian materi komedi, Amanda turut mengupas sisi personal yang mungkin sebelumnya tidak ia sadari. Proses kreatif itu memaksanya memahami dinamika emosional yang dialami para komika, yaitu bagaimana mereka menjahit kisah hidup menjadi humor, sembari menyimpan kompleksitas yang hanya mereka sendiri yang tahu.
"Jadi paham tentang (dunia komika) "Oh begini ya," mungkin kurang lebih rasanya layer menjadi komika gitu, ketika menceritakan sesuatu yang sebenernya sangat personal, tapi bisa diceritakan dengan mungkin ringan, gitu, mungkin bikin orang ketawa, mungkin bikin orang relate," ungkapnya.
Baca Juga: Rachel Amanda Jadi Stand Up Comedian Demi Suka Duka Tawa, Rajin Open Mic sebelum Syuting
| Penulis | : | Christine Tesalonika |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |