Grid.ID - Ferry Irwandi, yang dikenal sebagai konten kreator dan YouTuber, berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 5 miliar dalam tiga jam live streaming. Ia membagikan kabar tersebut melalui akun Instagramnya @irwandiferry.
Dalam video unggahannya, ia menjelaskan bahwa setelah tiga jam streaming untuk donasi, jumlah yang terkumpul telah mencapai Rp 5 miliar. “setelah 3 jam streaming menyentuh angka 5 miliar rupiah. Terima kasih banyak semua pihak yang berkontribusi,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa donasi akan terus dibuka selama masih ada yang ingin memberikan bantuan. Ferry juga menyebut penyaluran donasi akan dilakukan secepat mungkin.
“Prioritas kita daerah-daerah yang sampai sekarang masih terisolasi dan masih mengalami masalah luar biasa,” ujarnya dalam video tersebut. Ia ingin memastikan bantuan bisa menjangkau wilayah terdampak paling parah.
Ferry juga memastikan bahwa proses distribusi akan diawasi sampai tahap akhir. Ia ingin memastikan setiap bantuan diterima oleh orang-orang yang benar-benar membutuhkan.
Saat ini diketahui sedang terjadi bencana banjir bandang yang melanda wilayah Sumatera. Banjir tersebut menghancurkan rumah, memutus akses antarwilayah, dan menelan korban jiwa.
Sebelumnya, Ferry juga aktif memposting informasi mengenai bencana alam yang terjadi di Sumatera. Ia mengunggah berbagai data dan perkembangan situasi agar warganet memahami kondisi yang sebenarnya.
Ia juga membuat video penjelasan tentang alasan mengapa bencana Sumatera harus ditetapkan sebagai bencana Nasional. Menurutnya, skala kerusakan dan jumlah wilayah terdampak sudah masuk bencana Nasional.
“Apa yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar itu sudah di atas threshold semua,” ujarnya dalam video tersebut. Ia menambahkan bahwa wilayah terdampak telah melampaui satu provinsi dan banyak daerah yang kini terisolasi.
Dalam penjelasannya, Ferry Irwandi meminta presiden untuk berani mengambil tindakan. “Jika pak presiden berani mengambil tindakan, yang terjadi justru pengaruh kharisma dan kepercayaan rakyat kepada bapak akan semakin tinggi,” katanya.
| Penulis | : | Gemma Ramadhina Zaneta |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |