Grid.ID- Korban kebakaran apartemen di Hong Kong naik jadi 83 orang. Dua pekerja imigran Indonesia diketahui ikut dalam daftar.

Jumlah korban meninggal dunia dalam kebakaran apartemen Hong Kong terus bertambah. Otoritas setempat, pada Jumat (28/11/2025) mengkonfirmasi setidaknya ada 83 orang yang dinyatakan tewas.

Kebakaran ini disebut yang paling mematikan di daerah itu dalam hampir 80 tahun terakhir. Untuk api dalam insiden ini diketahui sudah hampir sepenuhnya dipadamkan, sementara tim penyelamat masih menyisir bangunan-bangunan yang hangus untuk mencari pulungan penghuni yang hilang.

Melansir dari Tribunnews.com, kejadian ini berawal dari laporan pada pukul 14.51 waktu setempat, saat gedung tengah berada dalam tahap renovasi. Diketahui Wang Fuk Court, berisi delapan blok tower dengan ketinggia 31 lantai, dihuni lebih dari 4.600 penduduk berdasarkan data sensus 2021.

Hampir 40 persen penghuni merupakan lansia berusia 65 tahun ke atas, dan faktor ini membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan lambat. Api diketahui terus membesar dalam hitungan menit, memaksa keluarga keluar tanpa menyelamatkan barang berharga.

Dalam waktu 40 menit setelah api pertama muncul, kebakaran langsung dinyatakan sebagai level empat. Namun, sekitar 3,5 jam kemudian, status kebakaran ini mencapai level tertinggi yaitu level lima.

Pada Kamis (27/11/2025) dini hari, pemimpin Hong Kong John Lee menyatakan ada 279 orang yang belum dapat dihubungi. Otoritas Hong Kong juga telah membuka penyelidikan mengenai penyebab kebakaran besar ini.

Fokus penyelidikan ini yaitu berkaitan dengan pemasangan perancah bambu di sekeliling bangunan. Benda ini merupakan jaring plastik yang membungkus struktur gedung sebagai bagian dari proyek renovasi besar.

Dugaan kelalaian pekerja juga muncul usai polisi menangkap tiga orang terkait pembiaran limbah kemasan busa di lokasi proyek. Adapun Badan antikorupsi Hong Kong nantinya akan mengumumkan penyelidikan terhadap proyek renovasi tersebut.

Berdasarkan keterangan salah satu warga Wang Fuk Court di distrik Tai Po, dia tak mendengar adanya alaram kebakaran. Banyak dari mereka kemudian harus berlari dari pintu ke pintu untuk memperingatkan tetangga.

“Apinya menjalar begitu cepat. Satu selang air digunakan untuk memadamkan beberapa bangunan, terasa sangat lambat,” kata seorang warga bernama Suen, dilansir dari Kompas.

Baca Juga: MAMA Awards 2025 Tetap Digelar Meski Terjadi Kebakaran Besar di Hong Kong

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnews.com,Kompas
Penulis : Faza Anjainah Ghautsy
Editor : Nesiana

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#Rizky Febian