Grid.ID- Natal 2025 selalu datang dengan suasana hangat, penuh cahaya, dan menjadi momen yang dinantikan umat Kristiani di seluruh dunia. Namun, di balik perayaannya yang meriah, banyak orang belum benar-benar memahami arti kata Natal secara mendalam.

Meski setiap tahun dirayakan pada 25 Desember, makna bahasa dan sejarahnya memiliki perjalanan panjang. Perayaan ini bukan hanya ritual agama, melainkan juga kebudayaan yang berkembang lintas negara dan zaman.

Tradisi yang melekat saat ini merupakan hasil dari berabad-abad perubahan dan pengaruh berbagai kebudayaan. Untuk itu, memahami arti kata Natal dapat memberi perspektif baru tentang bagaimana perayaan ini tumbuh dan diterima oleh banyak masyarakat. 

Sejarah Perayaan Hari Raya Natal

Tradisi Natal memiliki akar sejarah yang panjang. Dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (26/11/2025), kata Natal berasal dari bahasa Latin natalis atau dies natalis, yang berarti “hari lahir”.

Pada masa Imperium Romawi, istilah dies natalis invicti digunakan untuk merayakan hari kelahiran dewa Sang Surya atau matahari yang tak terkalahkan. Bahkan, beberapa kaisar pada abad ke-3 menggunakan tanggal 25 Desember sebagai perayaan hari kelahirannya demi menegaskan posisi mereka sebagai sosok ilahi.

Dalam perkembangannya, Natal mulai dirayakan sekitar tahun 200 di Aleksandria, Mesir, dengan tanggal yang beragam, mulai dari 20 Mei, 19 April, hingga 6 Januari. Tanggal 25 Desember baru ditetapkan oleh Sextus Julius Africanus pada tahun 221 dan diterima luas pada abad ke-5.

Meski begitu, perjalanan Natal tidak selalu mulus. Pada masa pascareformasi, muncul gerakan keagamaan yang melarang perayaannya. Pada 1600-an, kelompok Puritan bahkan sempat melarang Natal di Inggris, Jerman, dan Amerika.

Tradisi non-agamawi turut tumbuh, khususnya dari budaya Barat. Pohon Natal, kartu ucapan, tukar kado, serta legenda Santa Klaus atau Sinterklas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perayaan modern, menandai perubahan bentuk perayaan dari waktu ke waktu.

Apa Arti Kata Natal?

Pembahasan mengenai arti kata Natal menjadi penting untuk memahami akar budaya dan bahasanya. Beberapa sumber menyebut istilah ini berasal dari bahasa Portugis, tetapi akar utamanya kembali pada bahasa Latin natalis, yang berarti “kelahiran” atau “hari lahir”. Dalam Kamus Latin–Indonesia karya K. Prent, J. Adisubrata, dan WJS Poerwadarminta, sebagaimana dikutip Kompas.id, natalis juga bermakna “hari ulang tahun”.

Kata ini terkait dengan istilah natus, yang berarti “lahir”, “diciptakan”, atau “sesuai kodrat”. Dalam bentuk lain, natus juga bermakna “anak laki-laki” atau “anak-anak”. Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan Natal sebagai “kelahiran seseorang” dan “kelahiran Isa Almasih”.

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnews.com,kompas.id
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#Bandung

#ngawi

#Okie Agustina

#Indonesia

#meninggal dunia