Grid.ID – Aktor senior Dude Harlino memberikan pandangan terkait banyaknya rekan-rekan artis Indonesia yang belakangan ini turun langsung ke Palestina. Ia menyampaikan apresiasi tersebut usai menghadiri acara nonton bareng film dokumenter The Voice of Hind Rajab yang merekam kondisi nyata di Gaza.
Dude menilai langkah berani yang diambil oleh para publik figur dan relawan tersebut sebagai sesuatu yang patut diacungi jempol oleh masyarakat luas. Ia menganggap inisiatif nekat untuk terjun ke daerah konflik merupakan bukti nyata kepedulian kemanusiaan yang luar biasa.
"Saya rasa bagus sekali ya, semua pihak yang ingin memberikan kontribusi dengan bentuk apapun," ungkap Dude Harlino saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025).
"Saya rasa itu satu wujud hal yang sangat baik dan mulia sekali," sambungnya.
Meski mendukung penuh, suami Alyssa Soebandono ini tidak menampik bahwa perjalanan membawa bantuan menuju Gaza memiliki tantangan yang sangat berat. Hambatan di lapangan, mulai dari birokrasi yang rumit hingga faktor keamanan yang tidak menentu, menjadi risiko nyata yang harus dihadapi.
"Walaupun memang tidak mudah, ada hambatannya dan sebagainya," jelas ayah dua anak tersebut.
"Tapi paling tidak sudah ada langkah mereka untuk menuju ke sana," tambahnya.
Pemahaman Dude tentang sulitnya menembus akses ke Gaza semakin diperkuat setelah ia menyaksikan visualisasi nyata dalam film The Voice of Hind Rajab. Film tersebut menggambarkan secara gamblang bagaimana tim penyelamat medis profesional pun kesulitan mendapatkan izin melintas untuk menyelamatkan nyawa warga sipil.
"Tadi saja kalau kita lihat di film, ini satu lembaga kemanusiaan internasional saja mereka sulit sekali untuk akses dan butuh green light," tutur Dude merefleksikan adegan dalam film itu.
"Itu memang butuh hal yang pertimbangannya panjang sekali, dari sisi negara dan safety-nya," lanjutnya.
Selain bantuan fisik yang dikirimkan langsung oleh para relawan, Dude menekankan bahwa upaya diplomasi tingkat tinggi tidak boleh dikesampingkan. Menurutnya, tekanan politik dari pemerintah sangat diperlukan agar akar permasalahan, yakni serangan militer, dapat dihentikan sepenuhnya.
| Penulis | : | Ulfa Lutfia Hidayati |
| Editor | : | Nesiana |