Grid.ID - Peristiwa robohnya tembok sekolah di kawasan Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat pada Kamis (20/11/2025) memunculkan keprihatinan publik. Kejadian yang melibatkan bangunan SDN 01, SDN 02, dan SMPN 130 itu langsung menjadi sorotan. Beginilah kronologi robohnya tembok SMPN 130 Jakarta yang mengungkap dugaan penyebab insiden ini.
Akibat peristiwa ini, empat sepeda motor warga dilaporkan rusak akibat tertimpa reruntuhan. Beruntung, tidak ada korban jiwa, meski warga sekitar sempat panik, termasuk anak-anak yang berada dekat lokasi kejadian.
Pemerintah Kota Jakarta Barat menegaskan bahwa pelaksana proyek harus bertanggung jawab atas insiden tersebut. Sementara itu, investigasi terus dilakukan untuk menelusuri detail dalam kronologi robohnya tembok SMPN 130 tersebut.
Bagaimana Kronologi Robohnya Tembok SMPN 130?
Runtuhnya tembok bangunan SDN 01, SDN 02, dan SMPN 130 terjadi pada Kamis (20/11/2025) sore saat proses renovasi masih berjalan. Menurut penuturan Heni (55), seorang warga sekitar, tembok sekolah roboh sekitar pukul 17.30 WIB.
Kala itu, Jakarta tengah diguyur hujan. Setelah itu, warga melihat tembok sekolah itu mulai goyang. Heni pun menduga air hujan deras yang memenuhi saluran di bawah tembok menjadi pemicu utama.
“Dari itu tuh, ada aliran di bawah, kan ada lubang. Nah airnya penuh tuh, lumpur. Udah terus langsung brek, langsung ambruk,” ujarnya, dikutip dari Wartakotalive.com, Sabtu (22/11/2025).
Kejadian ini sempat membuat warga panik, termasuk anak-anak yang saat itu akan menunaikan salat. Beruntung, mereka sempat menghindar melalui gang kecil di dekat lokasi sehingga tidak ada korban.
Ketua RT 14 RW 02, Galih, menambahkan bahwa robohnya tembok diduga kuat terjadi karena tembok tak mampu menopang aliran air dari area proyek. “Awalnya keluar air dari tembok, di dalam, karena ada pemadatan tanah dari pembangunan. Tembok enggak kuat jadi geser,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa renovasi bangunan sekolah sudah berlangsung sejak Oktober 2025 dan direncanakan selesai akhir tahun. Warga sebelumnya telah meminta agar struktur tembok diperkuat, namun merasa keluhan tersebut tidak mendapat respons memadai.
Menurut pantauan di lapangan pada Jumat (21/11/2025), area tersebut telah dipasangi garis polisi dan akses jalan ditutup. Di lokasi, proyek tampak dipenuhi gundukan tanah serta berangkal yang berlumpur akibat hujan deras. Tembok lama yang berada di pinggir jalan terlihat rapuh, membuat warga enggan mendekat karena khawatir terjadi longsoran susulan.
Baca Juga: Kronologi Putusnya Hubungan Ruben Onsu dan Jordi Onsu, Ternyata Sempat Didamaikan Sarwendah
| Source | : | Wartakotalive,KOMPAS.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |