Grid.ID - Kasus tewasnya dosen Untag di kostel Semarang jadi sorotan publik. Terungkap curhatan terakhir dosen Untag sebelum ditemukan tewas.
Dwinanda Linchia Levi ditemukan tewas di sebuah kos-hotel di kawasan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada Senin (17/11/2025). Ia merupakan dosen Fakultas Hukum Untag, Semarang.
Saat ditemukan, korban berada satu kamar dengan seorang pria berinisial AKBP B (56), yang merupakan anggota Polri(Polisi Dalmas Polda Jateng). Pria ini yang pertama kali melaporkan kejadian tersebut.
Curhatan terakhir dosen Untag sebelum tewas terungkap. Ia sempat singgung hubungannya dengan AKBP Basuki.
Dicatut dari Kompas.com, AKBP Basuki, Kasubdit Dalmas Direktorat Samapta Polda Jateng, disebut sebagai saksi utama dalam kasus ini. Ia juga diketahui tinggal satu atap dengan DLL tanpa ikatan perkawinan sah.
Dari administrasi kependudukan, keduanya tercatat dalam satu Kartu Keluarga (KK) dengan alamat di Kedungmundu, Tembalan. Di tengah penyelidikan kasus kematian DLL, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jateng lebih dulu menjatuhkan penempatan khusus (patsus) kepada AKBP Basuki selama 20 hari, mulai 19 November hingga 8 Desember 2025.
“AKBP B dipatsus selama 20 hari, karena melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri,” ujar Kabid Propam Kombes Saiful Anwar, Kamis (20/11/2025).
Pelanggaran tersebut terkait tinggal satu atap dengan DLL tanpa pernikahan sah. Gelar perkara dipimpin Kasubbid Wabprof AKBP Hendry Ibnu Indarto dan diawasi Itwasda, Biro SDM, serta Bidkum Polda Jateng.
Melansir Tribun-medan.com, inilah curhatan terakhir Dosen Untag yakni DLL (35) sebelum ditemukan tewas tanpa busana di hotel. Adapun DLL Dosen Untag ternyata sempat curhat sebelum ditemukan tewas di hotel.
Hubungan DLL ternyata sudah diketahui oleh beberapa dosen di kampus Untag. DLL pun sempat diingatkan oleh sesama dosen agar tidak menjalin hubungan dengan seorang polisi.
Salah satu dosen, Kastubi, mengungkap telah mengingatkan tiga hari sebelum korban meninggal dunia agar berhati-hati dengan polisi. Selain mengingatkan terkait hal itu, Kastubi mengingatkan pula keberadaan AKBP Basuki yang telah berkeluarga.
Baca Juga: Dua Benda Milik Dosen Untag Diamankan, AKBP Basuki Tunjukkan Gelagat Mencurigakan
Hubungan pria dan wanita tanpa ikatan pernikahan tinggal satu atap saja sudah salah. Apalagi, Basuki, pria yang berprofesi sebagai polisi ini sudah berkeluarga. Namun DLL mengaku AKBP Basuki sudah pisah ranjang dengan istri sahnya.
"Kata DLL, AKBP Basuki sudah pisah sama istri sahnya, bukan cerai, tapi pisah (ranjang)," bebernya.
Namun, nasihat dari Kastubi hanya angin lalu saja bagi dosen Levi. Menurut Kastubi, DLL dari dulu memang mengidamkan sosok polisi sebagai pasangan hidupnya.
Sebelum menjalin asmara dengan AKBP Basuki, korban menjalin asmara pula dengan seorang polisi, tetapi hubungan itu kandas. "DLL senang dekat dengan anggota polisi. motifnya apa saya enggak tahu," terangnya.
Ia sengaja mengungkap fakta ini karena ingin mencari kebenaran material agar informasi yang tersebar tidak sepotong-sepotong. "Jadi tidak ada maksud untuk menyudutkan atau memfitnah seseorang," ujarnya.
Tak hanya itu, diakui Kastubi sejak awal tahun 2024, sudah mengetahui hubungan dekat antara DLL dan AKBP Basuki. Ia mengetahui awal hubungan mereka ketika melihat AKBP Basuki membantu menurunkan barang pribadi dosen Levi selepas pulang dari luar kota pada sebuah acara fakultas.
"Polisi ini membantu membawa barang DLL. Pakai sepatu pantofel dinas dan seragam dinas. Tidak hanya saya yang melihat, tapi ada saksi lainnya," paparnya.
Tidak hanya sekali itu saja, AKBP Basuki menunjukkan batang hidungnya di kampus Untag untuk menjemput dosen DLL pada awal tahun 2025 selepas pulang tugas kampus dari Bali. Kastubi lantas bertanya kepada DLL soal hubungan mereka. Ketika itu, DLL menyampaikan, AKBP Basuki merupakan kekasihnya.
"DLL bilang polisi itu namanya Basuki, pangkat AKBP. Saya bilang, kalau itu pacarnya, kok wajahnya tua. Almarhumah hanya tertawa," paparnya soal curhatan terakhir dosen Untag.
Mulai saat itu, Kastubi mengingatkan kepada DLL agar lebih berhati-hati.
"DLL sudah saya anggap anak sendiri karena usianya sepantaran anak saya. Maka saya ingatkan hati-hati pacaran dengan polisi. Banyak polisi yang sumbu pendek, emosional. Ketika pacarnya, semisal jalan dengan laki-laki lain, tiba-tiba mengamuk," terangnya.(*)
| Source | : | Kompas.com,Tribun-Medan.com |
| Penulis | : | Desy Kurniasari |
| Editor | : | Nesiana |