Grid.ID - Rio Dewanto dan Faradina Mufti bermain dalam film Legenda Kelam Malin Kundang. Dalam film tersebut terdapat adegan ranjang yang dilakukan Rio Dewanto dan Faradina Mufti.
Rio Dewanto menjelaskan bahwa adegan tersebut dibantu oleh profesional. Di mana, kini terdapat pekerjaan intimacy coordinator yang dapat menunjang sebuah film.
“Jadi, di Indonesia ini sekarang ada jenis pekerjaan baru namanya intimacy coordinator dan yang punya sertifikasinya itu baru hanya beberapa orang,” ujar Rio Dewanto ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/11/2025).
Dua orang intimacy coordinator terlibat dalam syuting Legenda Kelam Malin Kundang. Di mana mereka memberi koreografi terkait adegan ranjang dengan memikirkan batasan-batasan yang dimiliki para aktor dan aktris yang terlibat.
“Semua adegan yang melibatkan pemain untuk melakukan hal-hal intim itu memang ada koreografinya,” ujarnya.
Sebelum melakukan adegan ranjang tersebut, para aktor dan aktris terlibat diminta untuk mengisi formulir. Dalam formulir tersebut terdapat pertanyaan mengenai batasan-batasan yang dipegang oleh sang aktor dan aktris.
“Jadi sebelum kita melakukan itu, kita kayak ngisi form dulu kira-kira batasan-batasannya seperti apa dan di lokasinya pun juga kita dijagain sama mereka,” terangnya.
“Apa saja yang boleh-boleh dilakukan, yang tidak apa, dan kemudian untuk kepentingan adegannya seperti apa. Jadi menurut saya sangat penting sekali sih untuk diterapin ke film-filmnya,” lanjut Rio Dewanto.
Faradina Mufti menambahkan bahwa apa yan terlihat di layar merupakan bentuk dari adegan dengan memenuhi batasan-batasan. Aktris 35 tahun itu merasa kehadiran tenaga profesional tersebut membuat syuting terasa lebih aman.
“Jadi apa yang sudah ada di layar itu adalah batasan-batasan yang sudah kita setujui satu sama lain, enggak di antara kita doang tapi juga berdasarkan sama produksinya juga,” terang Faradina Mufti.
“Jadi itu sangat membuat pemain dan produksinya juga feel safe,” tutupnya.
Baca Juga: Rio Dewanto Korek Trauma Masa Lalu di Legenda Kelam Malin Kundang
| Penulis | : | Hana Futari |
| Editor | : | Nesiana |