Grid.ID- Dalam dunia romansa modern, banyak orang membayangkan lamaran pernikahan terjadi di lokasi megah, penuh kejutan, dan dikelilingi tepuk tangan penonton. Namun sebuah studi terbaru justru menemukan fakta yang sangat berbeda dari anggapan populer tersebut.

Ternyata, momen lamaran pernikahan yang paling sukses justru terjadi di tempat yang dianggap paling sederhana, bahkan membosankan, seperti di sofa rumah dengan pakaian santai. Fenomena ini menunjukkan bahwa keintiman jauh lebih dihargai dibandingkan dramatisasi besar-besaran.

Temuan ini juga membantah tren lamaran pernikahan publik yang pernah marak beberapa tahun lalu. Para ahli bahkan menyebut bahwa lamaran sederhana bisa memberi peluang keberhasilan yang jauh lebih tinggi.

Lamaran yang Sederhana Justru Paling Berhasil

Mengutip YourTango, Sabtu (15/11/2025), dalam penelitian yang dilakukan oleh Lisa Hoplock, Ph.D., peneliti di College of Nursing University of Manitoba, hanya 15 persen perempuan yang benar-benar menginginkan lamaran di tempat umum. Yang mengejutkan, lamaran publik dua kali lebih berpotensi ditolak dibandingkan lamaran privat.

Temuan ini menggeser persepsi bahwa semakin besar kejutan, semakin besar pula peluang diterimanya lamaran pernikahan. Di dunia nyata, lamaran intim di ruang privat, bahkan sekadar memakai piyama di sofa, lebih memberikan rasa aman dan emosional dibandingkan skenario dramatis yang berpotensi memberi tekanan sosial.

Tren Lamaran Publik Semakin Ditinggalkan

Beberapa tahun lalu, lamaran publik sempat menjadi tren utama. Sebuah survei The Knot tahun 2017 mencatat bahwa 45 persen lamaran pernikahan dilakukan di tempat umum. Laporan dari WeddingWire juga menyebutkan bahwa 26 persen pasangan mengundang keluarga dan teman sebagai saksi lamaran.

Namun para ahli menilai, tren ini tidak selalu sehat. Lisa Brateman, psikoterapis dan pakar hubungan, mengungkap adanya unsur guilt dan bullying emosional dalam lamaran-lamaran besar tersebut.

Menurutnya, sebagian pria memilih melamar di publik untuk menyelamatkan hubungan atau mencoba memaksa jawaban positif setelah sebelumnya ditolak secara privat. “Ini cara memberikan tekanan,” ujar Brateman. “Bagaimana mungkin seseorang bisa menolak dengan semua mata yang memperhatikan?”

Mengapa Pasangan Harus Berdiskusi Sebelum Lamaran?

Kesuksesan lamaran pernikahan bukan hanya soal kejutan atau lokasi, tetapi komunikasi yang sudah terbangun jauh sebelum cincin dimunculkan. Psikolog klinis Isabelle Morley menegaskan bahwa pasangan seharusnya berdiskusi tentang pernikahan terlebih dahulu, tanpa harus membunuh unsur kejutan.

Halaman Selanjutnya
Logo Parapuan
Butuh lebih banyak inspirasi dan berita khusus untuk Puan?
Klik di Sini

Source : yourtango.com
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Nesiana

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik