Grid.ID - Kades ungkap tanda-tanda sebelum terjadi longsor di Cibeunying Cilacap. Sudah muncul dua hari sebelumnya?
Peristiwa longsor yang terjadi di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap meninggalkan luka mendalam bagi para keluarga korban. Puluhan di antara mereka bahkan harus kehilangan rumah dan anggota keluarganya.
Diketahui, longsor terjadi pada Kamis (13/11/2025). Seorang warga mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum terjadi longsor.
Saat itu ia sedang berada di rumah tetangganya. Namun tiba-tiba terdengar suara gemuruh disertai longsor yang terjadi.
"Saya lagi ngopi di rumah tetangga sekitar jam setengah delapan malam. Tiba-tiba ada bunyi gemuruh, keras sekali. Kayak suara truk nurunin muatan," ujar Edi, warga yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut, dikutip dari Kompas.com.
Saat ia berdiri dan melihat ke arah sumber suara, Edi melihat material tanah yang bergerak. Hal itu juga disertai dengan angin kencang.
"Ada angin kencang banget dari arah longsor. Tahu-tahu gelap semua. Saya lihat pohon kelapa itu jalan di atas tanah," ungkap Edi.
Menanggapi peristiwa tersebut, Kepala Desa (Kades) Desa Cibeunying, Lili Warli menggambarkan bencana ini sebenarnya telah didahului tanda-tanda sejak dua hari sebelumnya. Salah satunya adalah adanya hujan yang terus mengguyur di wilayah itu tanpa henti.
"Sejak Selasa dan Rabu hujan deras terus turun, dan kami melihat jalan di perbatasan Cibuyut mulai ambles," ungkap Lili, dikutip dari Tribun Jateng.
Lebih lanjut, ia menjelaskan adanya retakan dan penurunan tanah pada Kamis (13/11/2025). Hingga akhirnya tanah pun longsor ke pemukiman warga.
"Semakin hari semakin turun, dan tadi malam tepat pukul 20.00 WIB tanah langsung longsor," ungkapnya.
Baca Juga: Kronologi Tanah Longsor di Cibeunying Cilacap, Belasan Rumah Tertimbun dan Puluhan Warga Hilang
| Source | : | Tribun Jateng,Kompas.com |
| Penulis | : | Ines Noviadzani |
| Editor | : | Nesiana |