Grid.ID - Berikut profil GKR Timoer Rumbai, putri sulung PB XIII yang tolak penobatan KGPH Hangabehi jadi raja Keraton Solo. Masa lalunya kini menjadi sorotan.
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani kini menjadi perbincangan publik. Sosok tegas dan anggun dari GKR Timoer kini menjadi figur penting dalam menjaga tradisi serta memastikan kelanjutan kepemimpinan di lingkungan keraton.
GKR Timoer Rumbai merupakan putri sulung PB XIII yang tolak penobatan KGPH Hangabehi jadi raja Keraton Solo. Masa lalunya kini menjadi sorotan.
Melansir dari Kompas.com, Gusti Kanjeng Ratu Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang lebih dikenal dengan nama GKR Timoer, adalah putri pertama dari Pakubuwono XIII dan Kanjeng Raden Ayu Endang Kusumaningdyah (Nuk Kusumaningdyah). Profil Pakubuwono XIII dan Peran Keraton di Jawa – Kompas.id
Ia memiliki dua saudara kandung, yakni Gusti Raden Ayu Devi Lelyana Dewi dan Gusti Raden Ayu Dewi Ratih Widyasari, serta empat saudara tiri yang lahir dari dua pernikahan berbeda ayahandanya. Seperti diketahui, semasa hidup, Pakubuwono XIII menikah sebanyak tiga kali.
Pernikahan pertamanya dengan Endang Kusumaningdyah menghasilkan tiga putri, termasuk GKR Timoer. Setelah itu, beliau menikah dengan Winari Sri Haryani atau Kanjeng Raden Ayu Winari, dan dari pernikahan tersebut lahir tiga anak: Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Mangkubumi, Gusti Raden Ayu Sugih Oceania, serta Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum.
Istri ketiganya adalah Permaisuri Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono, yang kemudian melahirkan seorang putra bernama GRM Suryo Aryo Mustiko atau Kangjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Puruboyo.
KGPH Purbaya, atau KGPAA Hamangkunegoro, ditetapkan oleh Pakubuwono XIII sebagai putra mahkota pada tahun 2022 dan menjadi penerus yang dipersiapkan untuk menduduki takhta Keraton Surakarta.
Hubungan antara GKR Timoer dan Pakubuwono XIII sempat tidak harmonis untuk beberapa waktu. Pada 2 Juli 2017, GKR Timoer akhirnya kembali bersimpuh di hadapan ayahandanya setelah kurang lebih delapan tahun hubungan mereka merenggang.
Momen sungkem tersebut menjadi penanda rekonsiliasi antara GKR Timoer dan Pakubuwono XIII.
| Source | : | Kompas.com,TribunSolo.com,TribunJogja.com |
| Penulis | : | Fidiah Nuzul Aini |
| Editor | : | Fidiah Nuzul Aini |