Grid.ID - Inilah profil Claudia Sheinbaum, Presiden Meksiko yang belum lama ini mengalami kasus pelecehan seksual. Insiden itu bukan hanya mencoreng keamanan negara, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kekerasan berbasis gender bisa terjadi pada siapa pun, bahkan terhadap seorang kepala negara.

Dalam rekaman video yang beredar, Presiden Meksiko itu tampak tetap tegar meski menjadi korban tindakan tidak senonoh di depan publik. Ia bahkan memilih untuk menempuh jalur hukum, sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya patriarki yang masih kuat di Meksiko.

Claudia Sheinbaum bukanlah sosok baru di dunia politik. Ia dikenal sebagai akademisi brilian, ilmuwan lingkungan, dan figur yang vokal dalam isu kesetaraan gender. Lebih lengkapnya, berikut profil Claudia Sheinbaum yang meniti karier dari ruang akademik hingga menjadi Presiden Meksiko.

Profil Claudia Sheinbaum

Profil Claudia Sheinbaum tidak bisa dilepaskan dari latar belakang akademis dan idealismenya sejak muda. Mengutip Tribun Timur, Selasa (11/11/2025), ia lahir pada 24 Juni 1962 di Mexico City dari keluarga akademisi dan aktivis sayap kiri.

Ayahnya, Carlos Sheinbaum, adalah insinyur kimia keturunan Yahudi Ashkenazi asal Lituania. Sementara ibunya, Annie Pardo, seorang ahli biologi keturunan Yahudi Sephardi dari Bulgaria.

Sejak kecil, Sheinbaum tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan diskusi politik dan sosial. Ia menempuh pendidikan di Universitas Nasional Otonom Meksiko (UNAM), tempat ia meraih gelar sarjana fisika, magister, hingga doktor di bidang teknik energi. Ia bahkan sempat melakukan riset di Lawrence Berkeley National Laboratory, California, Amerika Serikat.

Claudia Sheinbaum mengawali kariernya sebagai dosen dan peneliti sebelum terjun ke dunia politik pada awal 2000-an. Ia menjadi Menteri Lingkungan Mexico City di bawah kepemimpinan Andrés Manuel López Obrador (AMLO), sosok yang kemudian menjadi mentornya.

Dalam jabatan itu, ia berperan besar dalam memperkenalkan sistem transportasi Metrobus dan proyek jalan raya tingkat dua Periférico. Setelah masa jabatannya berakhir, ia kembali ke dunia akademik dan berkontribusi dalam Laporan IPCC tentang perubahan iklim, yang kemudian memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2007. Pada 2015, Sheinbaum memulai karier politik elektoralnya dan menjadi Wali Kota Tlalpan, sebelum akhirnya terpilih sebagai Wali Kota Mexico City pada 2018.

Pada Pemilihan Umum 2024, Claudia Sheinbaum mencetak sejarah sebagai presiden perempuan pertama sekaligus presiden pertama keturunan Yahudi di Meksiko. Kemenangannya dianggap sebagai kemenangan atas sistem politik konservatif dan patriarkal.

Dalam kepemimpinannya, Sheinbaum fokus pada isu perubahan iklim, pemberantasan narkotika, dan kesetaraan gender. Namun, jalan politiknya tidak selalu mulus. Ia sempat disorot karena tragedi runtuhnya sekolah di Tlalpan (2017) dan kecelakaan kereta bawah tanah (2021), meski banyak pengamat menilai tanggapannya cepat dan transparan.

Kehidupan Pribadi 

Halaman Selanjutnya

Source : Kompas.com,Tribun Timur
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Irene Cynthia

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#imlek

#Nathalie Holscher

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#dewi perssik