Grid.ID - Memperingati Hari Pahlawan, Dedi Mulyadi perkenalkan pahlawan baru di masa kini. Gubernur Jawa Barat itu juga menyinggung soal upah yang layak.
Setiap tanggal 10 November, bangsa kita diingatkan tentang makna sejati sebuah perjuangan dan pengorbanan. Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial, tetapi momen refleksi mendalam mengenai siapa saja yang telah dan masih berjuang demi tegaknya martabat bangsa ini.
Tanggal ini ditetapkan untuk mengenang peristiwa heroik Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945. Setiap tahun, peringatan ini dirayakan.
Mengingat perjuangan pahlawan, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pun memperkenalkan pahlawan baru di masa kini. Sosok yang rela menukar kenyamanan pribadi demi memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Melansir akun Instagram @dedimulyadi71, Gubernur Jawa Barat itu mengingatkan kita tentang makna sejati sebuah perjuangan. Pun Dedi Mulyadi memperkenalkan pahlawan baru masa kini.
Perjuangan tidak berhenti setelah proklamasi. Jika dulu musuh utama adalah penjajah fisik, kini tantangannya adalah ketidakadilan sosial.
Menurut Kang Dedi, negara kita merdeka karena peran dari para pahlawan. Mereka berani mengorbankan segala hal demi kemerdekaan bangsa.
"Negara kita merdeka karena jasa para pahlawan yang berani mengorbankan diri, keluarga, dan masa depan hidupnya untuk kemerdekaan bangsa dari cengkeraman kolonial, kaum penjajah," ucap pria yang akrab disapa Kang Dedi itu saat mengawali videonya.
Gubernur Jawa Barat itu mengatakan bahwa inilah saatnya bagi bangsa Indonesia untuk merdeka. Pun disebutnya, kini bangsa kita harus berjuang di garda terdepan mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan.
"Saatnya kita merdeka, memerdekakan rakyat dari kemiskinan, memerdekakan rakyat dari kebodohan, memerdekakan rakyat dari rasa takut," lanjutnya.
Tak jarang, gelar pahlawan disematkan pada sosok-sosok yang bekerja dalam senyap, jauh dari sorotan. Contoh nyata dapat kita lihat pada para petani, penyedia utama pangan nasional.
| Source | : | Instagram @dedimulyadi71 |
| Penulis | : | Desy Kurniasari |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari, program KG Media yang merupakan suatu rencana aksi global, bertujuan untuk menghapus kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.