Grid.ID - Jajaran kepolisian telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka pelaku penculikan balita di Makassar. Terungkap bahwa pelaku sudah 10 kali jual beli anak.
Polisi tetapkan 4 orang sebagai tersangka setelah membongkar kasus penculikan anak di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penculikan bermodus adopsi itu berhasil diselamatkan tim gabungan di SPE Gading Jaya Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Jambi.
Balita di Makassar yang sempat hilang itu kini telah kembali ke pelukan orang tuanya. Ia ditemukan dalam keadaan sehat oleh polisi.
Usai menyelamatkan bocah tersebut, polisi pun menangkap 4 orang pelaku penculikan balita di Makassar. Bahkan belakangan diketahui bahwa para pelaku sudah melakukan jual beli anak dan bayi sebanyak 10 kali.
Mengutip Kompas TV, polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus penculikan balita di Kota Makassar, yang kemudian ditemukan di wilayah Jambi. Balita yang diculik sempat tiga kali berpindah tangan.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Djuhandhani Rahajo Puro, menyatakan empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka berasal dari beberapa daerah. Seorang perempuan asal Makassar berperan sebagai penculik dan kemudian menawarkan balita melalui media sosial.
Kemudian, ada perempuan lain asal Sukoharjo, Jawa Tengah, yang membeli balita yang diculik seharga tiga juta rupiah. Ia kemudian membawa balita ke Jambi. Balita itu kemudian dibeli seharga 30 juta rupiah oleh pasangan asal Merangin, Jambi.
Oleh pasangan ini, balita yang diculik dijual lagi ke pihak lain seharga 80 juta rupiah. Pasangan asal Jambi ini mengaku telah sembilan kali menjual balita melalui media sosial.
Polisi menjerat para tersangka dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Melansir akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall, terungkap bahwa pelaku penculikan balita di Makassar sudah 10 kali jual anak dan bayi. Terungkap alasan pelaku nekat melakukan hal tersebut.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani, mengonfirmasi bahwa anggotanya berhasil membawa pulang Bilqis. Bilqis kini telah kembali ke pelukan orang tuanya, Dwi Nurmas dan Fitri.
| Source | : | Kompas TV,Instagram/pembasmi.kehaluan.reall |
| Penulis | : | Desy Kurniasari |
| Editor | : | Nindya Galuh Aprillia |