Grid.ID- Inilah profil Rahma El Yunusiyyah yang resmi ditetapkan sebagai salah satu penerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2025. Sosok perempuan asal Sumatra Barat ini dikenal luas sebagai pelopor pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia.

Melalui perjuangannya, ia membuka jalan bagi hadirnya sistem pendidikan yang memadukan nilai agama, ilmu pengetahuan umum, dan kemandirian perempuan. Lahir dari keluarga ulama Minangkabau, Rahma tumbuh dalam lingkungan yang menjunjung tinggi tradisi belajar dan religiusitas.

Namun, sejak kecil ia menyadari adanya kesenjangan besar dalam akses pendidikan antara laki-laki dan perempuan. Dari keprihatinan itulah lahir tekad besar yang kelak menjadikannya simbol kebangkitan pendidikan perempuan di tanah air. Lebih lengkapnya, berikut profil Rahma El Yunusiyyah.

Profil Rahma El Yunusiyyah

Mengutip Tribunnews.com, Senin (10/11/2025), Rahma El Yunusiyyah lahir pada 29 Desember 1900 di Bukittinggi. Ia berasal dari keluarga ulama Minangkabau yang sangat menjunjung nilai-nilai keislaman dan pendidikan.

Sejak kecil, Rahma tumbuh dalam lingkungan surau, tempat ia belajar agama serta menyaksikan langsung betapa sempitnya kesempatan belajar bagi perempuan pada masa itu. Pengalaman tersebut membentuk kepedulian sosial yang kuat dalam dirinya.

Ia meyakini bahwa perempuan juga berhak mendapatkan ilmu pengetahuan dan kemampuan untuk memimpin, bukan hanya mengurus rumah tangga. Kesadaran ini menjadi dasar perjuangannya untuk memperjuangkan pendidikan perempuan di kemudian hari.

Dorongan untuk memperjuangkan kesetaraan dalam pendidikan membuat Rahma mendirikan Perguruan Diniyah Puteri di Padang Panjang pada tahun 1923. Lembaga ini menjadi sekolah khusus perempuan pertama yang memadukan pembelajaran agama Islam, pengetahuan umum, keterampilan hidup, dan nilai kepemimpinan.

Melalui Diniyah Puteri, Rahma menciptakan sistem pendidikan modern yang berakar pada nilai-nilai Islam dan kemandirian. Para siswi tidak hanya diajarkan untuk berilmu, tetapi juga berakhlak dan siap berperan dalam masyarakat. Berkat gagasan visionernya, Diniyah Puteri berkembang pesat dan menjadi model pendidikan perempuan berbasis pesantren pertama di Nusantara.

Di bawah kepemimpinan Rahma, Diniyah Puteri menjelma menjadi pusat pembinaan perempuan modern. Lembaga ini tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual. Banyak alumninya yang kemudian tampil sebagai guru, mubaligah, aktivis sosial, hingga tokoh masyarakat di berbagai daerah.

Keberhasilan Rahma dalam membangun lembaga pendidikan perempuan membuat namanya dikenal luas di Indonesia bahkan hingga ke dunia Melayu. Ia dianggap sebagai tokoh pembaru yang mampu membuktikan bahwa perempuan dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan bangsa.

Baca Juga: Profil Diana Pungky, Artis Pemeran Jinny Oh Jinny yang Awet Muda di Usia 51 Tahun, Ternyata Ini Rahasianya

Halaman Selanjutnya

Source : Tribunnews.com,KOMPAS.com
Penulis : Mia Della Vita
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#tahun baru china

#berita artis hari ini

#bintang

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#Bandung

#Okie Agustina

#Indonesia

#Rizky Febian