Grid.ID- Inilah profil Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025). Kabar ini dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman, yang juga menyebut bahwa jenazah almarhum akan disalatkan di Masjid Asy Syarif.
"Betul, tadi dikonfirmasi ke temen-temen jaksa yang lain. Dan ke pengurus masjid Asy Syarif akan dilakukan shalat jenazah pada Azhar, saya jemaah yang sama di masjid itu, jadi saya pastikan Pak Antasari meninggal,” ujar Boyamin Saiman, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (8/11/2025).
Ia pun meminta doa agar masyarakat memaafkan segala kesalahan almarhum dan mendoakan amal kebaikannya. Kepergian sosok yang pernah memimpin lembaga antirasuah ini menjadi momen reflektif bagi publik tentang perjalanan panjang dan kontroversial yang mewarnai hidupnya.
Untuk mengenang perjalanan hidupnya, berikut profil Antasari Azhar yang kami rangkum dari Tribunnews.com dan Wikipedia. Ia adalah seorang tokoh hukum yang kisah hidupnya penuh liku dan sorotan.
Profil Antasari Azhar
Antasari Azhar dikenal sebagai jaksa yang tegas dan berdedikasi tinggi terhadap penegakan hukum. Ia lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 18 Maret 1953, sebagai anak ke-4 dari 15 bersaudara pasangan H. Azhar Hamid, S.H., dan Hj. Asnani.
Masa kecilnya dihabiskan di Belitung sebelum menamatkan pendidikan dasar pada 1965, lalu melanjutkan SMP dan SMA di Jakarta hingga lulus pada 1971. Ia kemudian menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, jurusan Tata Negara, dan lulus pada tahun 1981.
Semasa kuliah, Antasari aktif berorganisasi sebagai Ketua Senat Mahasiswa, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa, dan anggota GMNI. Ia bahkan dikenal sebagai demonstran aktif pada tahun 1978 yang lantang menyuarakan perubahan.
Perjalanan kariernya dimulai dari BPHN Departemen Kehakiman (1981–1985) sebelum akhirnya menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat (1985–1989). Setelah itu, Antasari bertugas di berbagai wilayah, mulai dari Tanjung Pinang hingga Lampung.
Kariernya menanjak saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997–1999), lalu berlanjut di Kejaksaan Agung sebagai Kasubdit Upaya Hukum Pidana Khusus, Kasubdit Penyidikan Pidana Khusus, hingga Kepala Bidang Hubungan Media Massa. Namun, posisinya sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (2000–2007) menjadi momen pertama namanya dikenal luas publik, terutama ketika gagal mengeksekusi Tommy Soeharto usai putusan Mahkamah Agung.
Puncak karier Antasari terjadi saat ia terpilih menjadi Ketua KPK pada tahun 2007 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam masa kepemimpinannya, KPK membuat berbagai gebrakan besar, di antaranya menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kasus suap BLBI, serta penangkapan anggota DPR Al Amin Nur Nasution dalam kasus pelepasan kawasan hutan lindung di Sumatera Selatan.
Namun, kejayaan itu tidak berlangsung lama. Perjalanan karier Antasari Azhar kemudian berubah arah setelah dirinya terseret kasus pembunuhan berencana terhadap bos PT Putra Rajawali Bantaran, Nasrudin Zulkarnain.
| Source | : | Tribunnews.com,wikipedia,KOMPAS.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |