Grid.ID- Inilah profil Abdul Wahid, Gubernur Riau yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (3/11/2025). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengonfirmasi kabar penangkapan Gubernur Riau, Abdul Wahid ini.
Penangkapan ini menjadi sorotan publik karena terjadi hanya delapan bulan setelah pelantikannya sebagai Gubernur Riau periode 2025–2030. Selain Abdul Wahid, sembilan orang lainnya turut diamankan dalam operasi tersebut.
Abdul Wahid dikenal sebagai politikus muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang meniti karier politiknya dari bawah. Perjalanan hidupnya diwarnai dengan perjuangan sejak kecil, termasuk kehilangan ayah pada usia 10 tahun. Lebih lengkapnya, berikut profil Abdul Wahid yang kini menjadi perhatian publik usai terseret dalam operasi senyap lembaga antirasuah itu.
Profil Abdul Wahid
Mengutip Kompas.com, Abdul Wahid lahir di Dusun Anak Peria, Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada 21 November 1980. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Setelah ayahnya meninggal dunia saat Wahid berusia 10 tahun, ia membantu keluarga mengelola kebun kelapa demi mencukupi kebutuhan hidup.
Masa kecil Wahid dihabiskan di Desa Sei Simbar, Kecamatan Kateman, tempat ia menempuh pendidikan di SD Negeri Sei Simbar dan lulus pada 1994. Ia kemudian melanjutkan ke MTs Sei Simbar dan menamatkannya pada 1997.
Selepas itu, Wahid sempat bersekolah di Madrasah Aliyah Tembilahan. Ia kemudian pindah ke Pondok Pesantren Ashhabul Yamin di Lasi Tuo, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan lulus pada tahun 2000.
Setelah menyelesaikan pendidikan pesantren, Abdul Wahid mencatat bahwa ia melanjutkan studi ke Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau di jurusan Pendidikan Agama Islam dan memperoleh gelar Sarjana (S-1) pada 2004. Ia lanjut menempuh pendidikan S-2 Ilmu Politik di Universitas Riau dan meraih gelar Magister Sains pada 2021.
Karier Politik dan Organisasi
Sebelum masuk ke dunia politik, Abdul Wahid sempat menjadi direktur sebuah perusahaan pada 2002. Tahun yang sama, ia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mulai aktif dalam berbagai organisasi. Ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris PC HMI tahun 2002–2003, Wakil Sekretaris DPW PKB Riau periode 2002–2006, Sekretaris Tanfidz DPW PKB 2006–2011, hingga akhirnya menjadi Ketua DPW PKB Riau sejak 2011.
Selain aktif di partai, Abdul Wahid juga menunjukkan kiprahnya di berbagai organisasi lain, seperti Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (Ketua Umum sejak 2016) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Riau sebagai Wakil Ketua Tanfidziah periode 2011–2017.
| Source | : | Kompas.com,Tribunnews.com |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |