Grid.ID- Duka mendalam menyelimuti Keraton Kasunanan Surakarta. Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Solo, meninggal dunia pada Minggu (2/11/2025) pagi di Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Untuk mengenang perjalanan hidupnya, berikut profil Sri Susuhunan Pakubuwono XIII yang menarik untuk diketahui.
Raja yang memiliki nama lahir Gusti Raden Mas Suryadi ini wafat setelah beberapa waktu dirawat akibat komplikasi penyakit. Kabar duka ini disampaikan oleh kerabat keraton, KPH Eddy Wirabhumi, yang membenarkan bahwa kondisi sang raja memang sudah menurun sejak beberapa minggu terakhir.
Jenazah kini tengah dipersiapkan untuk dibawa ke Keraton Surakarta sebelum dimakamkan di Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Kepergian PB XIII menutup bab penting dalam sejarah panjang Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Profil Sri Susuhunan Pakubuwono XIII
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII lahir di Surakarta pada 28 Juni 1948 dengan nama kecil Gusti Raden Mas (GRM) Suryadi. Dalam perjalanan hidupnya, nama tersebut sempat diganti menjadi GRM Suryo Partono karena ia sering sakit-sakitan semasa kecil. Pergantian nama ini dilakukan oleh sang nenek, GKR Pakubuwana, sebagai upaya spiritual agar cucunya memperoleh kesehatan dan keselamatan.
Sebagai putra tertua dari Sri Susuhunan Pakubuwono XII, GRM Suryo Partono sejak awal telah disiapkan sebagai penerus takhta Keraton Surakarta. Pada tahun 1979, keputusan adat atau paugeran menetapkan dirinya sebagai Kangjeng Gusti Pangeran Harya (KGPH) Hangabehi, gelar yang menandai posisinya sebagai pewaris utama Kasunanan Surakarta. Dalam kiprahnya, ia aktif di lingkungan keraton dan pernah menjabat sebagai Pangageng Museum Keraton Surakarta.
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII juga pernah menerima penghargaan Bintang Sri Kabadya I dari ayahandanya atas jasanya menangani kebakaran besar di Keraton Surakarta pada tahun 1985. Penghargaan tersebut menjadi bukti dedikasinya terhadap pelestarian warisan budaya keraton.
Di luar lingkungan keraton, ia sempat bekerja di Caltex Pacific Indonesia, Riau, sebelum akhirnya menetap di Jakarta. Ia juga menerima gelar Doktor Kehormatan dari Global University (GULL), Amerika Serikat.
Pada tahun 2004, GRM Suryo Partono resmi naik takhta dan dikenal sebagai Sri Susuhunan Pakubuwono XIII. Dalam masa pemerintahannya, ia berperan menjaga kelestarian tradisi Kasunanan Surakarta di tengah modernisasi. Sebagai raja, ia dikenal sebagai sosok yang tenang dan berwibawa, serta terus memperkuat nilai-nilai budaya Jawa dalam kehidupan masyarakat.
Kehidupan Pribadi
Dalam kehidupan pribadinya, Sri Susuhunan Pakubuwono XIII menikah dengan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakubuwono dan dikaruniai seorang putra tunggal, GRM Suryo Aryo Mustiko atau KGPH Purbaya. Pada peringatan kenaikan takhta PB XIII yang ke-18, Minggu (27/2/2022), beliau secara resmi menunjuk KGPH Purbaya sebagai pewaris takhta dengan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Sudibyo Rojoputro Nalendra ing Mataram.
| Source | : | Kompas.com,Banjarmasin Post |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |