Grid.ID - Shopee terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaku usaha lokal melalui program Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas.
Kompetisi dalam format reality show web series ini menampilkan perjalanan 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Indonesia dalam menghadapi enam tantangan bisnis.
Dari lebih dari 1.300 pendaftar, hanya 20 finalis yang terpilih untuk berkompetisi memperebutkan total dukungan modal usaha senilai Rp 1 miliar.
Selain menjadi ajang kompetisi, program ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi para pelaku usaha untuk mengasah kemampuan manajerial, strategi promosi, hingga operasional bisnis melalui bimbingan langsung dari juri dan mentor.
Web series Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas sendiri telah memasuki episode ke 4 pada Minggu (19/10/2025). Pada episode kali ini, Shopee menghadirkan tantangan baru bertajuk "Logistic Race".
Ketegangan semakin terasa setelah dua peserta, Hirakiya dan B Erl Cosmetics, harus mengakhiri perjalanan mereka usai mendapat kritik dari juri atas video promosi yang mereka buat.
Enam finalis tersisa pun melaju ke tantangan berikutnya yang menguji kecepatan, ketepatan, dan strategi operasional.
Baca Juga: Biar Gaya Tetap On Point, Ini Trik Belanja Fashion and Beauty ala ShopeeVIP
Dalam tantangan Logistic Race, para finalis harus menjalankan proses fulfillment atau pemenuhan pesanan secara menyeluruh.
Mereka ditantang untuk mengemas sepuluh produk sesuai Standard Operating Procedure (SOP) Shopee, memastikan keakuratan resi, lalu mengantarkan paket ke empat titik ekspedisi yaitu JNE, PosAja, SiCepat, dan SPX Express.
Semua tugas tersebut harus diselesaikan dalam waktu maksimal tiga jam, dengan kewajiban kembali ke titik awal sebelum waktu habis.
Tantangan dimulai saat para peserta memilih amplop berisi daftar resi dan produk yang harus dikemas secara acak.
Sebelum memulai, mereka mendapat sesi mentoring dari Shopee Seller Mentor sekaligus Founder MEA Agency Yohan Agustian, yang membagikan wawasan tentang strategi logistik, efisiensi waktu, dan pentingnya pengelolaan operasional yang rapi.
“Saya ingin membentuk teman-teman UMKM ini jadi benar-benar pebisnis yang tangguh,” ujar Yohan.
Ia menekankan bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga kemampuan mengelola rantai operasional dari hulu ke hilir.
Begitu waktu dimulai, para peserta langsung bergegas. Mereka harus menyiapkan barang, mengemasnya dengan benar, dan menentukan rute pengiriman paling efisien.
Penilaian tak hanya berdasar kecepatan, tapi juga ketepatan pengemasan dan kecocokan resi dengan produk.
Beberapa peserta mengalami kendala. Pemilik homLiv, Yudiana Lyn, mengaku kesulitan karena sudah lama tidak melakukan proses pengemasan sendiri.
“Kesulitannya mungkin karena udah lama gak pegang alat-alat packing,” ujarnya.
Sementara Zenitha harus berjuang menyelesaikan pengemasan lebih lama dari peserta lain karena ingin tetap memastikan hasilnya rapi dan sesuai prosedur.
Strategi menjadi faktor penentu lain dalam tantangan ini. Sandra, pemilik Sunkrisps, memutuskan mengirim paket ke ekspedisi terdekat terlebih dahulu agar lebih efisien dalam waktu dan tenaga.
Di sisi lain, Annisa Herdyana dari DS Modest, pemenang Golden Star di episode sebelumnya, justru mendapat keuntungan waktu lima menit lebih awal.
Namun, kondisi lapangan yang dinamis membuatnya menghadapi tantangan tak terduga hingga selesai belakangan. Momen tersebut menunjukkan bahwa dalam dunia bisnis, strategi dan kemampuan beradaptasi sama pentingnya dengan kecepatan.
Keseruan dan ketegangan Logistic Race membuat penonton ikut terbawa suasana. Bahkan, publik figur seperti Ruben Onsu turut mengunggah momen-momen seru episode ini di media sosialnya.
“Liat mereka cepet-cepetan, jadi ikut deg-degan!” tulis Ruben di akun Instagram miliknya.
Antusiasme publik juga terlihat dari kolom komentar di kanal YouTube Shopee Indonesia yang dipenuhi komentar penuh semangat.
Program ini seolah menjadi ruang nyata bagi pelaku UMKM untuk menunjukkan perjuangan mereka sekaligus menginspirasi penonton agar tidak takut memulai dan terus mengembangkan bisnis dari nol.
Episode keempat menjadi pengingat bahwa kesuksesan UMKM tak hanya bergantung pada produk dan promosi, tetapi juga pada kecakapan mengelola operasional dengan efisien.
Para peserta belajar pentingnya strategi logistik, ketelitian, dan pengambilan keputusan cepat untuk menjaga kualitas layanan.
Setelah dua peserta kembali tereliminasi, kini hanya empat besar Jagoan UMKM yang tersisa. Mereka akan menghadapi tantangan berikutnya di Episode 5: Investor Pitch, di mana setiap peserta harus melakukan presentasi bisnis di hadapan para investor, termasuk juri tamu Abraham Viktor, CEO Hangry Indonesia.
Saksikan Episode 5 Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas pada 26 Oktober 2025 pukul 19.00 WIB di YouTube Shopee Indonesia.
Penonton juga berkesempatan memenangkan hadiah iPhone 16 dan voucher jutaan rupiah melalui "Kuis Jagoan UMKM" setiap Senin–Rabu, sekaligus memberikan dukungan untuk peserta favorit lewat Voting Partisipan Favorit di laman shopee.co.id/m/jagoan-umkm.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari, program KG Media yang merupakan suatu rencana aksi global, bertujuan untuk menghapus kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan.