Grid.id — KG Media memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penanaman 10.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Pabean Ilir, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Inisiatif ini menjadi bagian dari langkah nyata perusahaan menuju target karbon netral sekaligus bentuk tanggung jawab atas dampak lingkungan dari kegiatan operasional. Upaya ini merupakan implementasi pendekatan yang holistik dan realistis, meyakini bahwa keberlanjutan operasional adalah kunci keberhasilan perusahaan dalam mewujudkan inisiatifnya.
Sejak 2023, KG Media telah menempatkan diri sebagai media privat pertama di Indonesia yang secara konsisten melakukan penghitungan dan pengelolaan emisi gas rumah kaca (GRK). Langkah ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan terintegrasi perusahaan. Setelah setahun sebelumnya menghitung satu unit (Kompas.com), pada tahun ini KG Media memperluas cakupan penghitungan pada enam unit media, meliputi Kompas.com, KompasTV, Kontan, Grid Network, Media Solutions Division (MSD), dan Marketspace. Penghitungan yang berfokus pada Scope 1 dan Scope 2 ini menghasilkan total emisi sebesar 1.969 tCO2e.
Strategi Reduksi dan Kompensasi Berbasis Data
Hasil inventarisasi GRK tahun 2024 menunjukkan emisi Scope 1 yang bersumber dari penggunaan bahan bakar genset, kendaraan operasional, serta refrigerant. Berdasarkan data tersebut, KG Media menyusun strategi mitigasi emisi yang mencakup dua pendekatan utama, yaitu reduksi dan kompensasi.
Pada tahap reduksi, perusahaan mulai menerapkan efisiensi energi melalui penggantian refrigerant pada sejumlah unit pendingin ruangan di kantor operasional. Sementara pada tahap kompensasi, KG Media melakukan penanaman mangrove sebagai upaya penyerapan karbon alami sekaligus restorasi ekosistem pesisir.
"Makanya, sebagai perusahaan media yang berusaha selalu berintegritas, kami mencoba untuk menyelaraskan antara kata-kata yang kami tulis, yang kami wartakan, dengan tindakan yang nyata," ujar Andy Budiman, CEO KG Media. "Setiap tahun, kami melakukan pengukuran jejak karbon perusahaan. Tapi biasanya kami enggak bisa mengurangi jejak karbon sampai nol. Yang tersisa itulah yang kami coba tebus (salah satunya) dengan mangrove."
Wisnu Nugraha, VP Sustainability KG Media, merinci bahwa total jejak karbon enam unit media yang dihitung adalah 1.969 tCO2e. Penanaman 10.000 bibit mangrove ini diperkirakan setara dengan menebus sekitar 464 tCO2e per tahun selama tanaman berusia 3 sampai 5 tahun.
"Yang tersisa sekitar 1.505 tCO2e jejak karbon yang lain kami tebus dengan cara lain," jelas Wisnu. Ia juga menyebutkan emisi dari event signature tahunan Lestari Summit sebesar 5 tCO2eq juga turut digabungkan dan dikompensasi. "Dengan upaya ini, ada media yang berusaha untuk secara bertanggung jawab terkait dengan bisnisnya dan lingkungan hidupnya."
Restorasi Ekosistem Kritis Pabean Ilir dan Manfaat Ekonomi Lokal
Penanaman mangrove tahun ini dilaksanakan di Desa Pabean Ilir, Indramayu, sebuah kawasan pesisir yang menghadapi tingkat abrasi cukup tinggi dan intrusi air laut yang signifikan. Berdasarkan data LindungiHutan, sekitar 367 hektare wilayah pesisir Indramayu dalam kondisi kritis.
Inisiatif ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Perwakilan kelompok tani, Junaidi, menyampaikan terima kasih dan komitmennya. "Saya siap menjaga dan merawat mangrove ini selama 10 tahun ke depan. Kami akan membuat laporan setiap dua bulan sekali," kata Junaidi.
Baca Juga: Setiap Anak Berhak Hidup Sehat: KG Media Lahirkan Program ASIK
| Penulis | : | Irene Cynthia |
| Editor | : | Irene Cynthia |