Grid.ID- Olahraga padel kini menjadi tren baru di dunia olahraga raket, namun di balik popularitasnya, muncul kekhawatiran tentang risiko cedera pada bahu. Banyak pemain mengalami nyeri atau keterbatasan gerak setelah bermain intens, terutama pada bagian bahu.
Fenomena ini dikenal dengan istilah padel shoulder atau cedera bahu akibat padel. Cedera ini bisa menghambat performa bahkan berdampak jangka panjang jika tidak segera ditangani.
Gerakan berulang seperti smash atau top spin membuat bahu bekerja lebih keras dibanding olahraga lain. Artikel ini membahas secara rinci penyebab, gejala, dan cara pencegahan cedera bahu dalam olahraga padel.
Cedera Bahu Saat Olahraga Padel
Cedera bahu pada olahraga padel sering disebut “padel shoulder”. Dikutip dari elite performance therapy, kondisi ini mirip dengan “swimmer’s shoulder” yang terjadi pada perenang.
Istilah ini mencakup berbagai jenis cedera di area bahu, leher, dan punggung akibat tekanan berulang ketika pemain mengayunkan raket di atas kepala. Gerakan seperti smash, rulos, dan chancletazos membuat bahu bekerja keras, terutama jika dilakukan tanpa postur tubuh yang baik.
Rotator cuff—lapisan otot, tendon, dan ligamen yang menopang sendi bahu—menjadi bagian yang paling rentan. Ketika gerakan mengangkat tangan dilakukan berulang kali, otot ini bisa mengalami kelelahan dan peradangan. Akibatnya, pemain olahraga padel mulai merasakan nyeri atau kesulitan menggerakkan lengan.
Penyebab Cedera Bahu dalam Olahraga Padel
Terdapat tiga penyebab utama cedera bahu dalam olahraga padel, yaitu:
- Penggunaan Berlebihan (Overuse)
Gerakan berulang saat latihan intens dapat membebani sendi bahu. Akibatnya, terjadi peradangan yang memicu rasa nyeri saat bermain. Jika dibiarkan tanpa istirahat cukup, kondisi ini bisa memperparah cedera.
Baca Juga: Dikira Tanpa Pasir Silika, Berbahayakah Lapangan Padel Model Terbaru?
| Source | : | Padel Shop,Elite Performance Therapy |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Nesiana |