Grid.ID - Bagi generasi yang tumbuh besar di era 80-an hingga 2000-an, goresan khas ilustrasi di Majalah Bobo tentu menjadi kenangan tak terlupakan. Di balik gambar-gambar ikonik tersebut, ada nama Kak Yoyok, seorang ilustrator yang karyanya telah menemani jutaan anak Indonesia.

Namun, siapa sangka, setelah puluhan tahun berkarya, Kak Yoyok mengaku baru belakangan ini menyadari betapa besar dampak karyanya bagi para pembacanya.

Dalam sebuah perbincangan di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/10/2025), Kak Yoyok dengan rendah hati menceritakan keterkejutannya saat mengetahui bahwa ia memiliki banyak penggemar. Realisasi ini datang seiring dengan kemajuan teknologi, terutama media sosial.

"Saya baru tahu ya, kalau saya itu disukain baru sekarang. Oh, gitu? Heeh, baru tahu itu. Saya kaget sekali. Benar, waktu saya punya IG, Instagram saya kok banyak yang suka, gitu," ujar Kak Yoyok, ilustrator Majalah Bobo di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (4/10/2025).

Ia bahkan mengaku tidak terlalu akrab dengan teknologi dan baru mengenal Instagram setelah diajari oleh anaknya. Keterkejutan itu segera berganti menjadi rasa haru ketika ia mulai bertemu langsung dengan para penggemar yang kini telah dewasa.

"Sebenarnya terus terang saya tuh enggak bisa main teknologi terbaru itu saya enggak tahu. Jadi anak saya yang ngajarin ya. Saya terus terang, kalau ketemu saya, saya kaget, saya terharu sekali. Terima kasih untuk masa kecil saya. Saya enggak ngerti itu. Kayaknya menyenangkan saya," ujarnya.

Lebih dari sekadar hiburan, ilustrasi Kak Yoyok ternyata telah menjadi inspirasi hidup bagi banyak orang. Ia menceritakan beberapa kisah penggemar yang sangat menyentuh hatinya, yang membuktikan bahwa karyanya meninggalkan jejak yang mendalam.

"Bahkan cerita-cerita mereka tuh, apa, ada yang gara-gara gambar saya, mereka masuk Seni Rupa, kayak gitu. Bisa hasil, ada juga yang orang yang tidak bisa digital juga, dia bisanya cat air, terus kemudian saya cat air, dia merasa ditemani, segala macam gitu. Itu yang saya terharu sekali, beneran saya terharu sekali," sambungnya.

Salah satu kisah yang paling berkesan datang dari seorang penggemar sederhana asal Jambi. Penggemar tersebut rela membeli majalah bekas dari tukang loak hanya untuk bisa memiliki karya Kak Yoyok dan mendapat kesempatan untuk meminta tanda tangannya.

"Baru tahu. Baru tahu. Terus ada juga yang mungkin dia orang sederhana, dari Jambi, orang sederhana. Dia membeli Bobo aja saya temuin dari tukang loak, tapi yang penting lihat gambar saya dan kemarin itu waktu kumpulan cerita Bobo di mana gambar saya penuh gambar saya, dia tulis dengan tanda tangan saya dapat di buku lama-lama, kurang lebih gambarnya Kak Yoyok dari gaji saya yang pertama," ujar Kak Yoyok.

Semua apresiasi yang datang setelah puluhan tahun berkarya ini justru memberikan energi baru baginya. Mendengar ucapan tulus dari para pembacanya membuat Kak Yoyok merasa karyanya tidak sia-sia dan semakin termotivasi untuk terus berkarya.

Baca Juga: JICAF 2025: Majalah Bobo Nostalgia Bersama Kak Yoyok

"Baru sekarang tahu. "Terima kasih Pak, mewarnai masa kecil saya", baru saya rasa tahu sekarang. Saya malah makin semangat lagi," sambungnya. (*)

Penulis : Christine Tesalonika
Editor : Ayu Wulansari K

Tag Popular

#berita artis hari ini

#Nathalie Holscher

#imlek

#ngawi

#tahun baru china

#bintang

#meninggal dunia

#Bandung

#Indonesia

#Aurel Hermansyah