Grid.ID- Memilih raket padel bisa menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pemain. Bagi pemula, raket padel sering dianggap semua sama, padahal setiap detail memengaruhi cara bermain.
Salah pilih raket padel bukan hanya membuat performa menurun, tapi juga berisiko menimbulkan cedera. Kesalahan kecil dalam menentukan bentuk, berat, atau grip bisa membuat permainan jadi tidak nyaman.
Banyak orang baru menyadari hal ini setelah membeli dan menggunakannya beberapa kali di lapangan. Karena itu, penting memahami kesalahan umum agar tidak salah langkah ketika memilih raket padel.
Mengabaikan gaya bermain
Mengutip Padel Shop, Jumat (3/10/2025), kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah tidak menyesuaikan raket padel dengan gaya bermain. Padahal, setiap bentuk raket punya karakter berbeda.
Raket bulat cocok untuk pemain defensif yang mengutamakan kontrol. Bentuk tetes air (teardrop) lebih seimbang, memberi perpaduan kontrol dan kekuatan untuk pemain all-round.
Sementara bentuk berlian (diamond) menawarkan power maksimal, ideal bagi pemain agresif. Jika gaya bermain diabaikan, raket justru bisa jadi penghambat.
Salah memilih berat
Berat raket padel juga sering disepelekan. Banyak pemain asal pilih tanpa tahu dampaknya.
Raket ringan di bawah 355 gram memang mudah digerakkan, tapi kurang bertenaga. Berat standar 356–369 gram memberikan keseimbangan kontrol dan power. Sedangkan raket di atas 370 gram bisa menghasilkan pukulan keras, tapi membuat tangan cepat lelah dan lebih rawan cedera.
Tidak memperhatikan keseimbangan
Baca Juga: Main Padel Bisa Buat Lutut Rentan Cedera, Bagaimana Cara Mencegahnya?
| Source | : | Padel Shop |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |