Grid.ID- Olahraga padel kini semakin populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Permainan ini seru karena memadukan unsur tenis dan squash. Gerakannya cepat, penuh perubahan arah, dan membuat pemain terus bergerak.
Namun di balik keseruannya, ada risiko yang kerap muncul, yakni lutut rentan cedera. Banyak pemain pemula hingga profesional mengeluhkan nyeri atau bengkak setelah bermain.
Pertanyaannya, apakah main padel benar-benar berbahaya untuk lutut? Lantas, bagaimana cara mencegahnya?
Mengapa Padel Berisiko untuk Lutut?
Mengutip Club Padel, Rabu (1/10/2025), main padel identik dengan gerakan cepat, lompatan, hingga hentakan mendadak. Dalam setiap rally, lutut bekerja ekstra untuk menopang tubuh saat melompat, berhenti mendadak, atau berputar arah.
Tekanan yang berulang ini bisa membuat sendi lutut kelelahan. Jika dilakukan tanpa pemanasan atau terlalu sering, risikonya semakin besar. Itulah sebabnya banyak pemain padel merasakan nyeri setelah bertanding.
Cedera Lutut yang Sering Terjadi
Ada beberapa jenis cedera lutut yang umum dialami pemain padel. Pertama, jumper’s knee atau radang tendon di bawah tempurung lutut akibat sering melompat.
Kedua, robekan meniskus karena lutut terpelintir saat menahan beban tubuh. Ketiga, cedera ligamen akibat pendaratan yang salah atau gerakan berputar tiba-tiba.
Pada usia lanjut, main padel juga bisa memperburuk radang sendi atau arthritis. Semua cedera ini ditandai dengan nyeri, bengkak, hingga sulit menekuk lutut.
Siapa yang Paling Rentan?
| Source | : | Club Padel |
| Penulis | : | Mia Della Vita |
| Editor | : | Ayu Wulansari K |